banner-1

Makassar

Pendistribusian Smart Phone RT/RW Diprioritaskan di Empat Kecamatan

Smart phone RT/RW

Makassar, metrotimur.com – Smart phone jenis android segera akan didistribusikan kepada ketua rukun tetangga dan warga (RT/RW) se-Kota Makassar dalam waktu dekat ini, diprioritaskan di empat wilayah kecamatan.

Masing-masing Kecamatan Makassar, Rappocini, Tamalanrea dan Biringkanaya. Alasannya merujuk dari intruksi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto saat sambutan di acara pelantikan 1.000 ketua RT/RW, Ketua LPM dan penasehat wali kota di bidang RT/RW, belum lama ini.

“Rencana pendistribusian smart phone ini diutamakan berdasarkan petunjuk bapak wali kota, kita utamakan yang terlambat seragamnya tiba. Kita distribusikan bukan ke orangnnya tetapi kecamatan, jadi ada empat kecamatan yang terlambat dapat seragam itu yang kita prioritaskan,” jelas Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Kota Makassar, Muh Iskandar Lewa.

Meski demikian, pendistribusian smart phone sesuai dengan jumlah pengadaan oleh Bagian Perlengkapan, sementara ini hanya bisa mengcover kurang lebih 4.972 ketua RT saja. Selebihnya pengadaan smart phone untuk ketua RW yang berjumlah 998 akan diusulkan pada pembahasan anggaran perubahan 2017 ini.

Jenis atau merek smart phone yang telah ada saat ini adalah Oppo dilengkapi dengan tanda khusus agar tidak disalahgunakan atau berpindah tangan.

“Pendistribusianbelum dilaksanakan karena ada beberapa kendala karena kartunya belum siap, kemudian alur administrasi itu harus ada permohonan dari kecamatan kepada pemerintah kota dalam hal ini wali kota. Dari situ wali kota menerbitkan surat keputusan,” terang Karaeng Emba sapaan akrabnya.

Pengadaan kartu internet pengguna smart phone diketahui disiapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar. “Rencana pendistribusian secepatnya, kami sementara diskusi bagian perlengkapan dan diskominfo,” sambungnya.

Pada proses penyerahaan unit smart phone nantinya akan disertai dengan penandatanganan berita acara. Penyerahannya itu dari pemerintah kota ke pihak kecamatan kemudian diserahkan ke masing-masing ketua RT.

Baca juga :  Pemuda Ini Praweding di Tengah Aksi Peringatan Harkitnas 2016

Kata Emba, alurnya demikian lantaran smart phone tercatat sebagai aset pemerintah kota yang melekat di kecamatan. Sesuai dengan Permendagri 19/2016 pasal 64, segala biaya pemeliharaan ataumaintenance akan ditanggung oleh pengguna atau user.

“Kita mengacu kepada permendagri, bunyinya semua aset pemerintah yang digunakan pihak ketiga atau perorangan tidak lain biaya pemeliharaan ditanggung pengguna. Tapi ada masa garansi selama satu tahun,” pungkas Emba.

Sementara dalam berita acara penyerahaan masing-masing ketua RT membuat pernyataan jika smart phone tersebut bukan miliknya pribadi. Jika berhalangan tetap maka smart phone tersebut sedianya diserahkan kepada penggantinya. ”Apabila berhalangan tetap menjadi ketua RT/RW maka smart phone itu tidak bisa dimiliki tetapi diberikan kepada penggantinya. Berhalangan tetap itu seperti pindah tempat tinggal, berhenti, mengundurkan diri atau meninggal dunia,” jelas dia.

Kepala Diskominfo Makassar, Ismail Hajiali mengakui, pihaknya telah menyiapkan kartu internet Telkomsel sesuai dengan jumlah smart phone yang disiapkan oleh Bagian Perlengkapan secara gratis.

Diawal penggunaan layanan internet, melalui  kartu tersebut disiapkan kapasitas kouta hingga 3,5 gigabyte. “Kartu yang disiapkan sesuai jumlah smart phone, gratis. Nantipi bulan kedua penggunaan dia bayar sendiri dengan cara pascabayar, supaya dia bisa lihat penggunaannya,” kata Ismail.

Untuk itu pendistribusian smart phone disertai kartu internet menunggu intruksi dari wali kota Makassar.”Adami kartu disiapkan tinggal petunjuk pimpinan siapa yang bayar, aturan pengelolaan barang milik daerah siapa yang gunakan ditanggung sendiri kecuali dia pegawai ditanggung daerah. Contohnya kalau kita belikan mobil Polrestabes, mereka pake keliling kota dia sendiri belikan bensinnya, nah ini masyarakat yang mau gunakan ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Makassar, Haidil Adha untuk mengantisipasi penyalahgunaan smart phone atau berpindah tangan diberikan nomor IME khusus dan tanda fisik lainnya di casing smart phone dengan stiker Smart RT/RW dan 2X+baik.

Baca juga :  Maksud Arti Telolet " Om Telolet om " Berikut Penjelesannya...

“Ada nomor IME masing-masing smart phone. Setiap handphone beridentitas nomor IME,” singkatnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top