banner-1

Hukrim

Pengalihfungsian Fasos Jalur Hijau Manggala Diduga Kuat Dilakukan Oknum Pejabat

Foto Drone: Ruko diatas Lahan Fasos Jalur Hijau Manggala

Makassar, metrotimur.com – Nilai jual tanah Jalur Hijau ( fasos) Kecamatan Manggala menghampiri satu milliar perkapling, minggu (5/11/17).

Hasil penelusuran awak media jum’at (3/11/17) harga jual tanah kapling tanpa bangunan Ruko diatasnya mencapai angka Rp. 850 juta rupiah. Informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media dari salah seorang perantara jual beli lahan jalur hijau untuk harga jual tanahnya saja berkisar Rp. 850 juta.

“Harga untuk lahan saja itu Rp. 850 juta perkapling, tetapi masih bisa nego tergantung bagaimana kesepakatannya, ” kata perantara yang enggang disebutkan namanya.

Menurut perantara tersebut mengatakan, kalau ia hanya sebagai perantara saja dari salah seorang pemilik lahan. Jika ada yang berminat untuk membeli salah satu lahan yang belum terbanguni sampai sekarang (tahun 2017), keuntungan yang didapatkan juga tergantung berapa nilai transaksinya antara si pembeli dengan si pemilik lahan.

“Jasanya (fee) tergantung berapa nilai transaksinya, tetapi sejak awal di promosikan untuk di jual belum ada yang cocok harganya sampai sekarang, ” katanya.

Dari keterangan perantara tersebut kepada awak media, bahwa lahan yang dipercayakan untuk dijual, pernah sesekali seorang pembeli mempertanyakan harga lahan tersebut. Orang tersebut cukup terkenal di Kota Makassar sebagai pengusaha jual beli tanah.

“Pernah satu kali salah seorang pembeli kalau tidak salah namanya ibu Najamiah (almarhum) mempertanyakan nilai jual lahan tersebut termasuk alas haknya, tetapi sampai almarhum meninggal dunia tidak ada jawaban,” terangnya.

Mengenai alas hak lahan tersebut, menurut perantara tersebut mengatakan kalau lahan tersebut alas haknya berupa sertifikat. Dimana pemilik yang sekarang hanya sebagai pembeli dari pemilik lahan sebelumnya. Lahan tersebut sebelumnya dimiliki oleh salah satu oknum pejabat.

Baca juga :  Nilai Kapolrestabes Lamban, PMII Makassar Kembali Duduki AP Pettarani

“yang mau menjual sekarang pihak kedua yang dia beli dari salah satu oknum pejabat dengan bukti kepemilikan (alas hak) berupa sertifikat, ” terangnya.

Dari pantauan tanah kapling yang ada di jalur hijau Manggala tersisa dua tanah kosong yang belum laku terjual. Adapun total bangunan Ruko yang sudah terbangun ada 30 an unit bangunan Ruko. Sabahagian Ruko masih terpasang spanduk dengan tulisan di jual yang dilengkapi dengan nomor telpon penjual sampai sekarang. kemudian beberapa Ruko juga sudah terisi dan sudah beraktifitas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Lahan jalur Hijau merupakan lahan peruntukan berupa lahan Jalur Hijau yang telah diserahkan oleh Pihak Perum Perumnas selaku pihak I (satu) pada tanggal 26 Maret 1988 kepada Pemkot Makassar (Ujung Pandang kala itu) sebagai pihak kedua di era kepemimpinan mantan Walikota Makassar , Janci Raib dengan luas lahan jalur hijau 34.433 m2 sesuai dengan berita acara penyerahan dan tertera didalam site plan tersebut luas lahan 34.433 m2 peruntukannya sebagai lahan Jalur Hijau (fasos).

Usaha keras Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto dalam penyelamatan aset melalui Tim Terpadu penyelamatan aset Kota Makassar setelah melakukan identifikasi melalui foto satelit dan pesawat tanpa awak (Drone) beberapa pekan yang lalu menemukan puluhan bangunan Ruko diatas sebahagian lahan Jalur Hijau Manggala. Perubahan peruntukan atau berdirinya puluhan ruko diatas lahan Jalur Hijau diperkirakan sekitar tahun 2012.

Adapun lahan yang diserahkan dalam berita acara penyerahan lahan fasos pada tanggal 26 Maret 1988 untuk fasilitas sosial dimana Perum Perumnas selaku pihak I (satu) dengan Nomor : Cab. VII/563/03.1988 menyerahkan kepada pihak II (dua) Pemkot Makassar dalam hal ini dengan Nomor: 350/648/Perj/Bappeda/88 untuk fasilitas sosial sebagai berikut :

Baca juga :  ARU Sidak Ruangan DPRD di Awal Tahun

1. Lahan untuk pendidikan Sekolah Dasar (SD) 2 (dua) unit dengan luas 3.882 m2.
2. Lahan untuk kesehatan ( Puskesmas) 1( satu) unit dengan luas 250 m2.
3. Lahan peribadatan, 1(satu) unit untuk Masjid dengan luas 2.636 m2. Kemudian 2 (dua) unit untuk lahan peribadatan lainnya dengan luas 998 m2.
4. Lahan untuk pemerintahan dan pelayanan umum berupa kantor Lurah dan kantor polisi dengan luas 1.527 m2.
5. Lahan olahraga dan lapangan terbuka, diantaranya, tempat bermain 7 (tujuh) unit dengan luas 3.400 m2, Taman 1 (satu) unit dengan luas 2.178 m2, Open space 8 (delapan) unit dengan luas 2.935 m2, kemudian lahan ” Jalur Hijau ” dengan luas 43.433 m2. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top