banner-1

NEWS

Pengemplang Pajak Siap-Siap Terima Konsekuensi

METROTIMUR – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan akan melakukan tindakan lebih tegas kepada asosiasi, kantor akuntan, dan pihak-pihak yang tidak membayar pajak. Hal itu sebagai konsekuensi bagi para pengemplang pajak, Jum’at (30/12/16).

Hal tersebut diungkapkannya seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) mengecek antrean amnesti pajak di lantai 2 Gedung Utama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Jakarta, kemarin kamis (29/12/16).

Sri Mulyani tiba pukul 19.25 WIB bersama Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto, dan beberapa direktur Ditjen Pajak.

“Siang hari ini saya dengar di sini mencapai 1.000 antrean. Tentu saya berharap volumenya lebih besar lagi untuk sampai dua hari ke depan kami akan buka sampai hari Sabtu pukul 15.00. Tentu kami akan menghitung berapa potensial penerimaan dari amnesti pajak ini dan diharapkan semaksimal mungkin,” ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, di akhir periode II amnesti pajak jumlah deklarasi harta, tebusan, dan repatriasi belum sesuai harapan, ia berjanji akan berkampanye lebih banyak lagi pada tahap terakhir.

“Kalau lewat dari periode II ini respons tidak cukup baik, kami akan melakukan secara lebih spesifik dengan memberikan nama kepada para asosiasi. Lalu kepada para akuntan pajak, terutama kantor akuntan, saya sudah meminta tim melihat kantor akuntan pajak yang tidak punya NPWP dan tidak bayar pajak. Bukan hanya menegur, kalau perlu cabut saja izin akuntansinya,” katanya tegas.

Menurut Menkeu, hal itu dilakukan untuk memberikan pesan dan juga mengingatkan adanya konsekuensi bagi para pengempalng pajak.

“Ini termasuk kepada perusahaan resmi, bila tertangkap SPT tidak benar, tidak punya NPWP tapi tetap beroperasi, kami akan lakukan tindakan-tindakan yang ada di dalam UU ketentuan umum dan tata cara perpajakan (KUP). Apakah dia mendapatkan denda atau masuk dalam faktor kriminal pidana.”

Baca juga :  PT Pertani (Persero) Buka Lowongan Kerja Besar Besaran

Pada laman amnesti pajak Ditjen Pajak mencatat realisasi uang tebusan amnesti pajak berdasarkan penerimaan surat setoran pajak (SSP) mencapai Rp105 triliun atau sekitar 63,6 persen dari target Rp165 triliun.

“Kenaikan tebusan memang tidak akan sespektakuler yang pertama. Namun amnesti pajak ini akan membuka basis pajak,” tukas Sri.

 

 

Sumber : Media Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top