banner-1

Peristiwa

Pengubah Pancasila Jadi Pancagila di Facebook di Bebaskan

Medan – Pengadilan Negeri (PN) Balige, Sumatera Utara membebaskan Sahat Safiih Gurning (27) dari semua dakwaan. Sahat didakwa melanggar UU karena mengubah Pancasila jadi Pancagila di akun Facebook miliknya.

“Mengabulkan keberatan dari penasihat hukum terdakwa Sahat Safiih Gurning tersebut. Menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Unum Nomor Register Perkara PDM-23/BLG/TPUL/06/2016 Tanggal 27 Juni 2016 batal demi hukum ” putus majelis hakim yang diketuai Derman P Nababan dalam sidang terbuka di PN Balige, Rabu (3/7/2016) sore ini.Sahat dalam akun Facebook itu juga menuliskan ‘Pancasila itu hanya lambang negara mimpi, yang benar adalah Pancagila. Pancagila yang dirumuskan Sahat adalah:

1.Keuangan Yang Maha Kuasa.

2.Korupsi Yang Adil dan Merata.

3.Persatuan Mafia Hukum Indonesia.

4.Kekuasaan Yang Dipimpin oleh Nafsu Kebejatan Dalam Persengkongkolan dan Kepurak-purakan.

5.Kenyamanan Sosial Bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat.

Akronim versinya ditulis dalam akun Facebook pada April 2016 lalu. Atas tulisan itu, Sahat ditangkap aparat Polres Toba Samosir dan dijebloskan ke tahanan. Sahat didakwa melanggar pasal 68 UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta lagu Kebangsaan.

Dengan putusan itu maka Sahat bisa langsung bebas malam ini.

“Memerintahkan penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Toba Samosir mengeluarkan Terdakwa dari tahanan segera setelah putusan ini diucapka”,putus majelis yang beranggotoakan Ribka Novita Bontong dan Astrid Anugrah.

Keluarga dan kerabat Sahat yang menghadiri sidang, langsung menyambut gembira putusan itu. Mereka meneriakan yel yel dan kebahagiaan mendapatkan putusan tersebut.(bs)

Baca juga :  Foto : Wali Kota Danny dan Wakil Walikota Deng Ical
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top