banner-1

Hukrim

Perum Perumnas Cabang VII Makassar Tidak Bisa Menunjukkan Data Faktual Fasum Fasos Manggala

Tim Penyelamat Aset Pemkot Makassar

Makassar, metrotimur.com – PT. Perum Perumnas (PP) Cabang VII Makassar belum bisa menunjukkan titik dan batas fasum fasos secara faktual yang ada di kompleks Perumnas Antang Manggala.

Adanya dugaan alih fungsi fasum fasos yang ada di Perumahan Perumnas Antang Kecamatan Manggala, sampai hari ini pihak perum Perumnas belum juga bisa menunjukkan letak titik dan batas fasum fasos yang pernah diserahkan ke Pemkot Makassar pada tahun 1988. Hal tersebut dibuktikan saat konfirmasi oleh awak media, selasa (16/1/18) di Kantor Cabang VII Antang Kecamatan Manggala.

Pihak perum perumnas melalui Asisten Manager Produksu Pertanahan PT.PP Cabang VII Makassar, Ibrahim Tola mengungkapkan, letak fasum fasos yang ada di wilayah Perum perumnas Antang masih merujuk kepada siteplan yang pernah diserahkan kepada Pemkot Makassar.

“Kalau untuk fasum fasos yang ada di Perumnas Antang, tentu kita tetap merujuk kepada siteplan yang pernah diserahkan kepada Pemkot Makassar, ” Ungkap Ibrahim Tola, selasa (16/1/17).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun dari Tim Penyelamat Aset Pemkot Makassar melalui sekretaris Tim Penyelamat Aset Pemkot Makassar, Ir. Fathur Rahim, beberapa waktu yang lalu tepatnya pada tanggal 11 Desember 2017 saat melakukan identifikasi titik dan batas – batas titik fasum fasos yang ada di Perumnas Antang Manggala,Tim Penyelamat Aset yang dipimpin langsung oleh Zainal Ibrahim,  pihak Perum Perumnas Cabang VII Makassar tidak bisa menunjukkan titik dan batas fasum fasos yang ada di Perumnas Antang Manggala. Identifikasi yang menghasilkan nihil, kemudian Tim Penyelamat Aset kembali mengambil langkah dengan kembali melayangkan surat kepada Perum Perumnas untuk bisa kembali turun melakukan penunjukan titik dan batas fasum fasos yang ada di Perumnas Antang.

Baca juga :  Tidak Dilaporkan, Saksi Appi - Cicu Membenarkan Jawaban Panwas Kota Makassar

“Setelah beberapa waktu yang lalu kita lakukan peninjauan titik dan batas – batas fasum fasosnya bersama Perum Perumnas Antang, hasilnya nihil diakibatkan orang yang diutus oleh Perum Perumnas Cabang VII Antang tidak mengetahui baik titik dan batas – batasnya, kami pun kembali layangkan surat kepada Perum Perumnas untuk bisa menunjuk salah satu dari pihaknya yang menguasai data faktual fasum fasos yang pernah diserahakan ke Pemkot sesuai dengan siteplan yang pernah diserahkan, namun sampai hari ini kami masih menunggu jawaban dari Perum Perumnas, ” kata Sekretaris Tim Penyelamat Aset Pemkot Makassar, Ir. Fathur Rahim.

Menurut pengakuan Ibrahim Tola kepada awak media, Selasa (16/1/17), ia tidak mengetahui persis terkait letak ataupun batas – batas pasalnya ia menjabat sebagai asisten Maneger Pertanahan di PT. PP Cabang VII Makassar itu pada tahun 2014 akhir. Pengakuan Ibrahim Tola, ia tidak mengetahui secara detail faktual letak fasum fasos yang ada diwilayah tangggung jawabnya, namun pengakuannya ia sempat melihat data administrasu bukti penyerahan fasum fasos yang ada di Perumnas Antang ke Pemkot Makassar.

“Kalau untuk data faktual fasum fasosnya saya tidak mengetahuinya, namun untuk administrasi termasuk siteplan dan bukti administrasi penyerahannya saya pernah melihat data tersebut, ” terang Ibrahim Tola saat ditemui di ruang kerjanya, dikantor Perum Perumnas Antang jalan Poros Perumnas Antang Kecamatan Manggala, Selasa (16/1/18).

Terkait adanya dugaan alihfungsi fasum fasos yang ada di Perumnas Antang menurut Ibrahim, perubahan fungsi peruntukan fasum fasos tersebut bisa saja terjadi tetapi secara peraturan harus melalui kesepakatan kedua belah pihak yakni pihak Pemkot Makassar dan Pihak Perum Perumnas itu sendiri.

Baca juga :  Kesuksesan Nike Ardilla di Mata Label Rekamannya

“Untuk perubahan fungsi fasum fasos, tentu tidak serta merta PT.PP yang melakukan sendiri, tetapi Pemkot Makassar tentu dilibatkan dalam bentuk kesepakatan untuk perubahan fungsi fasum fasosnya dan tentu kesepakatan tersebut dilegitimasi berita acara perubahan siteplan dan peruntukannya, ” terang Ibrahim.

Untuk bentuk legalitas administrasi kepemilikan fasum fasos Kecamatan Manggala yang diserahkan kepada Pemkot Makassar, kembali Ibrahim Tallo mengatakan, Ia belum mengetahui persis bentuk alas hak yang diterima oleh Pemkot Makassar.

“Kalau soal legalitas alas hak saya juga tidak tahu persis apakah sertifikat atau bukan, ” kata Ibrahim.

Kemudian Ibrahim Tallo mengatakan, untuk titik dan batas batasnya ada pejabat lama yang lebih mengetahui, saya hanya mengetahui administrasinya saja untuk fisik atau faktualnya saya tidak mengetahuinya. Untuk perubahannya juga saya tidak dalam kapasitas untuk menjelaskan karena saya hanya menerima administrasi saja dan sampai hari ini saya belum mengetahui titik apalagi batas fasum fasosnya, kata Ibrahim.

Berikut daftar fasum fasos PT. Perumnas Antang Kecamatan Manggala yang diserahkan ke Pemkot Makassar.

Sekadar diketahui terkait berita acara penyerahan fasum fasos yang di Wilayah Kecamatan Manggala dilaksanakan dua kali tahap, penyerahan tersebut berdasarkan berita penyerahan pada tanggal 26 Maret 1988 yang ditandatangani oleh kedua belah pihak, antara pihak Perum Perumnas yang ditanda tangani oleh Kepala Perum Perumnas Cabang VII Antang Makassar Ir. Supardi, kemudian pihak Pemkot Makassar yang ditanda tangani oleh Walikota Ujung Pandang kala itu, Jancy Raib.

Berikut daftar dan luasan fasos Manggala yang diserahkan oleh Pihak Perum Perumnas Cabang VII Antang pada Tanggal 26 Maret 1988 yang ditanda tangani oleh Kepala Perum Perumnas Cabang VII Makassar Ir. Supardi dengan Nomor penyerahan sebagai pihak I (satu) : CAB.VII/563/03.1988. Adapun sebagai Penerima disebut sebagai pihak II (dua) yakni Pemkot Makassar yang ditanda tangani oleh Walikota Makassar , Jancy Raib dengan Nomor: 350/648/perj/BAPPEDA/88. Berikut daftrnya:

Baca juga :  Beredar Video Penjambret Diamuk Warga Sukaria 9

1. Pendidikan: 2 (dua) unit Sekolah Dasar dengan total luas lahan 3.882 m2.
2. Kesehatan: 1 (satu) unit Puskesmas dengan luas 250 m2
3. Peribadatan: 1 (satu) unit Masjid dengan luas 2.636 m2. Kemudian 2 (unit) tempat ibadah launnya dengan luas 998 m2.
3. Pemerintahan & Pelayanan Umum: 1 (satu) unit Kantor Lurah dengan luas 1.005 m2. Kemudian 1 (satu) unit Kantor Polisi dengan luas 522 m2.
4. Olah Raga & Lapangan Terbuka: tempat bermain 7 (tujuh) unit dengan luas 3.400 m2. Taman 1 (unit) dengan luas 2.178 m2. Selanjutnya, Open Spice 8 (delapan) unit dengan luas 2.935 m2. Kemudian Lahan Jalur Hijau 1 (satu) unit dengan luas 34.433 m2. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top