Makassar

Pj Iqbal Suhaeb Larang PAUD ke F8, Dewan dan Orang Tua Murid Angkat Bicara

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Setelah membatalkan pagelaran F8, kembali Pj Wali Kota Maksssar, Iqbal Suhaeb mengeluakan surat edaran melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar atas pelarangan kepada para guru dan peserta anak didik PAUD untuk darang ke F8.

Atas sikap Pj Iqbal Suhaeb tersebut, Abdi Asmara selaku Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar dari Partai Demokrat menanggapi, bahwa langkah pelarangan kepada guru dan anak didik PAUD untuk datang ke acara F8 itu tidak boleh dikeluarkan.

“Saya kira tidak boleh ada pelarangan, karena hak masyarakat untuk datang dan melihat F8, termasuk para guru dan anak didiknya, ” kata Abdi Asmara, rabu malam ( 9/10/19).

Lanjut Abdi Asmara, pelarangan itu boleh saja dilakukan ketika menganggu aktivitas proses belajar mengajar. Nah, acara F8 itu kan tidak menganggu proses belajar mengajar, karena puncak kegiatan F8 itu pada malam hari.

“Harusnya Pj berterima kasih kepada panitia F8 yang telah membuat event internasional yang dapat meningkatkan ekonomi masyarkat kecil dan membuat kota Makassar dikenal Dunia internasional. Apalagi ini kan menggunakan anggaran swasta, jadi kalau ada pelarangan yang dilakukan oleh Pemkot Makassar itu keliru namanya, ” ungkap Abdi Asmara.

Senada dengan itu, Wahab Tahir, Sekretaris Komisi A dari Partai Golkar, juga menyesalkan sikap Pj Wali Kota Makassar, Wahab Tahir menilai Pj Wali Kota terlalu kekanak kanakan.

“Masa orang dilarang ke F8, ini kan acaranya Warga Makassar yang dilaksanakan oleh Pihak Swasta, kemudian yang bagian mana yang merugikan dunia pendidikan ketika di luar jam belajar mengajar. Justru di F8 itu ada pagelaran seni dan budaya yang juga diterapkan di semua sekolah, ” kata Wahab Tahir.

Baca juga :  Disperindag Makassar Gelar Pembinaan dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol

Di tempat yang berbeda salah satu orang tua murid ikut angkat bicara soal adanya edaran surat pelarangan dari Diknas Kota Makassar atas perintah Pj Wali Kota Makassar atas pelarangan datang ke F8 dengan alasan karena yang menyelenggarakan adalah pihak swasta. Orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, bahwa Pj Wali Kota tidak boleh juga terlalu mengintervensi kebebasan warga Makassar termasuk untuk datang ke pagelaran F8.

“Pak Pj ini sudah terlalu jauh mengintervensi hak hak kami sebagai warga Makassar. Masa ke f8 kita dilarang, toh itu acaranya di Makassar dan memang tiap tahun kita nikmati acara itu, apa masalahnya kalau kami dan anak – anak kami datang ke F8, toh kami juga akan datang ke F8 bukan jam sekolah, terus dilarang larang, heran ini pemerintah kalau begini polanya, terlalu mengintervensi warga dan tidak beralasan, ” kesalnya.

Harusnya Pak Pj atau Pemkot Makassar harus membuka ruang kebebasan yang terkontrol bagi setiap warga, bukan malah membatasi hak – hak kami sebagai warga Makassar yang berhak menikmati sajian yang bernilai positif, meskipun yang menyajikan itu pihak swasta, katanya.

Begini saja tambahnya, ” pak Pj silahkan fokus urus pemerintahan, pak Pj jangan terlalu sibuk mencampuri urusan pribadi kami termasuk hak kami dan anak anak kami untuk datang ke F8. Sekali lagi, kami akan datang ke F8 tanpa meninggalkan proses belajar anak – anak kami, karena tugas kami sebagai orang tua adalah memberikan pendidikan bagi anak anak bukan hanya dalam sekolahan tapi kita juga melihat tekhnisnya apalagi soal seni dan budaya yang akan ditampilkan di F8, ” ungkapnya. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top