Makassar

Pj Wali Kota Makassar Batalkan F8, Dewan: Apa Landasan Hukumnya..?

Wahab Tahir, Sekretaris Komisi A DPRD Makassar

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Menyikapi pernyataan Kadis Pariwisata Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, terkait pembatalan pelaksanaan F8 kota Makassar, Dewan Makassar menunggu penjelasan resmi dari Pemkot Makassar.

“Saya tunggu penjelasan resmi dari Pemkot Makassar soal dibatalkannya F8, saya juga berharap segera keluar penjelasan resmi dari Pemkot soal F8, ” kata Wahab Tahir, Sekretaris Komisi Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kota Makassar, senin malam (15/7/19).

Menurut, Wahab Tahir, F8 itu masuk dalam kalender nasional, tentu harus dilaksanakan, karena Makassar butuh kegiatan seperti itu yang mendorong banyak sektor, misalnya, kunjungan tamu pariwisata, expo, putaran ekonomi rakyat dan bergairahnya sektor perhotelan kota Makassar, ungkapnya.

Kalaupun Pemkot Makassar mau membatalkan ajang internasional (F8) itu, dengan alasan pengalihan anggaran, Wahab Tahir menegaskan, bahwa pembatalan dengan alasan yang tidak jelas, berdasarkan perintah UU, maka harus dibahas di DPRD.

“Harus melalui pembahasan di DPRD, begitu perintahnya menurut undang – undang, tidak bisa semaunya, lagian apa dasar hukumnya pengalihan anggaran tersebut, Pj. Wali Kota sekarang tidak punya RPJMD, sementara pagu pokok 2019 jelas landasan hukumnya RPJMD, saya tegaskan, kalau mau pergeseran diperubahan 2019 apa landasan hukumnya, ” tegas Wahab Tahir.

Pemkot Makassar harusnya paham, F8 sudag juga menjadi pangung hiburan rakyat kota makassar dan kota – kota di sekitar makassar dan selama ini tidak ada persoalan, justru F8 itu sudah menjadi icon Kota Makassar yang berperan dalam mengaharumkan nama Kota Makassar.

“Coba kalau rakyat Makassar pertanyakan dikemanakan itu panggung F8, mau jawab apa..?, ” kata Wahab Tahir.

Meskipun demikian sikap Pemkot Makassar dengan niatan membatalkan event F8 melalui Kadis Pariwisata, menurut Wahab Tahir, pernyataan Kadis Pariwisata Makassar tidak layak untuk dipercaya.

Baca juga :  DTRB Siap Menjadi Garda Terdepan Menyelamatkan Fasum Fasos

“Mohon maaf pernyataan Kadis Pariwisata layak untuk tidak dipercaya, olehnya itu, sekali lagi saya tunggu pernyataaan resmi dan tertulis dari Pemkot Makassar agar kami menyikapi secara politik tentang hal tersebut, ” tutup Wahab Tahir. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top