banner-1

Makassar

Rakhman Kuba: Sombere dan Smart City Simbol Menuju Kota Dunia

Kepala Bidang Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Abd. Rakhman Kuba.

Makassar, metrotimur.com – Sombere dan Smart City yang menjadi program unggulan Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto adalah salah satu simbol untuk menuju Kota Dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Abd. Rakhman Kuba.

“Jadi ketika kita berbicara tentang kota Dunia maka kearifan lokal yang menjadi pondasinya, seperti kesenian , budaya dan Karakter ( sifat), ” Kata Abd.Rakhman Kuba, selasa (17/10/17).

Menurut Rakhman Kuba, salah satu ciri khas yang paling melekat di warga Bugis Makassar adalah karakter yang dikenal dengan masyarakat yang sombere (santun) yang di budayakan oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto sampai kanca internasional melalui program Sombere dan Smart Cuty.

“Jadi ketika berbicara Kota Makassar maka yang muncul adalah karakter yang santun dan sopan, mulai dari budaya berpakaian, prilaku dan cara berbicara dan cara hormat menghormati antara satu dan lain , ” jelas Abd Rakman Kuba.

Kemudian yang juga paling terkesan adalah rasa kekeluargaan yang sangat tinggi dalam bahasa Bugis Makassar ” Siri na Pacce dan Sipakatau sipakalebbi” ini jika berbicara di aspek sifat. Kemudian kita berbicara budaya Bugis Makassar, mulai dari kesenian dimana didalamnya ada budaya cara berpakaian atau budaya yang berbentuk kesenian dan prilaku kesehariannya.

“Secara fakta bagaimana kita melihat cara berpakaian orang Bugis Makassar yang sangat karismatik, tariannya yang tercipta berdasarkan sejarah yang pernah tercipta pada jaman leluhurnya dan takkalah hebatnya adalah tutur kata orang Bugis Makassar itu yang sarat dengan kesantunan dan penghormatan tanpa melihat tingkat sosial orang dan prilaku kesehariannya yang selalu mencerminkan dirinya sebagai orang Bugis Makassar, ” Kata Rakhman Kuba.

Baca juga :  Wali Kota Makassar Datang Lebih Awal Menjemput Massa Aksi 212

Lanjut Rakmah Kuba ,”Jadi sangat di sayangkan ketika budaya – budaya Bugis Makassar itu harus terhempas dengan perkembangan jaman seperti sekarang, sekali lagi itu sangat keliru, adat Budaya dan karakter sifat Bugis Makassar itu tidak bisa di bayar atau di hitung dengan apapun, bahkan peradaban jaman teknologi yang semakin canggih ini tidak akan mampu untuk mengamputasinya, karena itu adalah harta kekayaan Kota Makassar yang sebenarnya, ” tegas Rakhman Kuba.

Rakhman Kuba mengaskan, ketika ada orang yang mengaku Bugis Makassar kemudian tidak mampu melestarikan budaya dan karakter sifat tersebut maka tentu harus dipertanyakan. Fenomena yang terjadi di media sosial itu sangat memprihatinkan sekali, dimana ditemukan sejumlah postingan di media sosial yang sifatnya negatif, bahkan mengaku sebagai orang Bugis Makassar, tetapi dalam postingan tersebut yang dibaca oleh masyarakat umum bukan hanya pengguna medsos lokal tetapi sampai keseluruh pelosok negeri dan dunia, itu menunjukkan bukan karakter orang Bugis Makassar.

“Jadi dimedsos yang kami temui, mengaku sebagai orang Bugis Makassar, tetapi dari postingan – postingannya sangat bertentangan dengan budaya atau karakter orang bugis makassar dan akibat dari ulah segelintir orang saja tetapi akan berdampak negatif kepada wibawa Bugis Makassar itu sendiri, ” Ungkap Rakman Kuba.

Olehnya Dinas Kebudayaan Kota Makassar , melihat fenomena tersebut, melalui Bidang Pelestarian Sejarah Tradisi dan Cagar Budaya, mencanangkan program dengan memberikan pendidikan karakter ke sekolah di semua tingkatan, untuk menanamkan bahwa Kota Makassar itu besar karena adat istiadatnya, tambahnya. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top