banner-1

Makassar

RP Tidak Paham Jenis Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Sebuah Sistem

Denny Hidayat

Makassar, metrotimur.com – Jadul seperti itulah pernyataan yang dikeluarkan oleh anggota Dewan Makassar Rahman Pina dari fraksi Golkar, tentang smartphone yang akan diterima oleh para Ketua RT dan RW Sekota Makassar.

Bukan hanya menilai smartphone itu jadul, bahkan pernyataan gampang rusak dari Rahman Pina, kemudian ada ajakan kepada para Ketua RT dan RW untuk tidak menerima, itu dinilai sebagai upaya provokatif dan menghasut.

Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Bidang Pengembangan Aplikasi dan Telematika Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Denny Hidayat, terkait android yang akan diterima oleh para Ketua RT dan RW.

Menurut Denny, Barang (Smartphone) semua diberikan garansi selama 1 tahun, pernyataan Android ini cepat rusak adalah gambaran kedangkalan berfikir narasumber dalam membedakan antara platform sistem operasi versus hardware, sehingga narasumber tidak bisa membedakan mana perangkat keras dan mana perangkat lunak sebuah sistem, kata Denny, senin malam (11/9/17).

Kemudian kata Denny ,”Perangkat lunak pada sisi ini adalah Android dan karena ia bersifat perangkat lunak maka fitur pembaruannya selalu tersedia kapan saja secara online, ” terangnya.

Statement agar “jangan menerima” dapat digolongkan menghasut dan provokatif, alasanya karena membuat pernyataan dan penjelasan dari sebuah barang elektronik yang tidak dia pahami , ” terang Denny.

Lanjut Denny, Smartphone ini cukup mumpuni untuk tugas-tugas RT/RW misalnya pada bagian belakang disematkan kamera dengan resolusi 8 MP lengkap berfitur Autofocus dan LED Flash, sementara pada bagian depan disematkan kamera beresolusi 5 MP untuk selfie dan video call, kemudian Memori internal 16 GB. Layar Lebar 5 Inchi yang sangat nyaman digunakan dan dioperasikan dengan satu tangan dan Panel layar IPS LCD yang membuat tampilan layar terlihat lebih bagus dengan sudut pandang luas dari segala sisi, Jelas Denny.

Baca juga :  SYL : F8 Telah Mengangkat Nama Baik Sulsel dan Saya Bangga Kepada Danny

Kelirunya kata Denny, narasumber membandingkan satu smartphone canggih miliknya yang harganya bisa setara dengan 10 harga smartphone milik RT/RW yang juga sama-sama dipilih langsung oleh warga, Ingat RT/RW dipilih langsung melalui PILKARA yang lalu serentak di Makassar dan pertama di Indonesia, ” Kata Denny.

Lebih jauh lagi Denny menjelaskan, “Smartphone hanyalah sebuah tools, fungsi dan kemanfaatannya tergantung pada siapa dan bagaimana cara berfikir penggunanya menggunakan tools tersebut, kami yakin dengan perangkat tersebut RT/ RW mampu memberikan manfaat melalui pelayanan terbaik kepada warganya.

Smartphone yang canggih tetapi hanya digunakan untuk mengambil gambar untuk memotret, lalu memberikan komentar bercitra negatif penuh tendensi hanya akan membawa teknologi tidak berfungsi untuk perbaikan peradaban, Kata Denny.

Inilah mengapa sejak awal di makassar bukan hanya Smart City, akan tetapi perkawinan Sombere’ and Smart City dimana Sombere’ adalah Heartware yang membungkus sebagai jiwa kepada Smart City sebagai Hardware atau tools dalam mewujudkan Makassar dua kali tambah baik, tutup Denny. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top