banner-1

Politik

Salam Komando JK, DP dan Appi, Sepakat Kolom Kosong Hak Rakyat Tak Boleh di Intervensi

Makassar, metrotimur.com – Wali Kota Makassar Danny Pomanto santai menyikapi pemberitaan pertemuan di acara open house Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang dinilai oleh segelintir orang bahwa pilkada Makassar sudah selesai, minggu (17/6/18).

Saat dikonfirmasi terkait rumor salam pilkada damai yang dilakukan oleh dirinya dan CEO PSM Munafri Aripuddin, Danny Pomanto menilai itu adalah komitmen bersama dalam menghadapi pilkada Makassar 27 juni 2018 mendatang, untuk tetap menjaga Makassar selalu dalam situasi aman dan damai.

“Makassar sebagai kota yang punya budaya sipakainge dan sipakalebbi, salam pilkada damai itu adalah sebuah wujud komitmen kita semua, ” kata Danny
Pomanto.

Beredar kabar, segelintir orang mengemas dalam sebuah komentar dimedia yang mengindentikkan, bahwa pertemuan Danny Pomanto dengan pak JK dan Appi dengan salam komando, mengatakan adalah bukti bahwa pilkada Makassar sudah selesai, menurut Danny Pomanto, itu asumsi orang yang tidak paham dan coba membuat peta konflik antara pendukung kolom kosong dengan dirinya.

“Tidak benar itu, kalau salam komando itu adalah sebagai bukti pilkada Makassar sudah selesai, saya tegaskan itu penafsiran yang sangat keliru, kolim kosong itu hak warga saya tidak berhak atur – atur itu, ” tegas Danny.

Kehadiran saya di acara open house di kediaman Wapres Jusuf Kalla, kata Danny Pomanto, selain mempererat silaturahim, itu juga sebagai bentuk penghormatan kepada pak Wapres juga sebagai orang tua kita, tidak sama sekali ada hubungannya dengan kolom kosong, ungkap Danny.

Lanjut Danny Pomanto, untuk pilihan kolom kosong, itu adalah hak konstitusi rakyat, saya sebagai kepala daerah tentu sangat menghargai dan menghormati apa yang menjadi keinginan warga di Pilkada Makassar dalam menentukan pilihannya.

Baca juga :  Rekomendasi Demokrat dan PPP Bersama Koalisi Rakyat Antar DIAmi Resmi Daftar Independen

“Pada intinya saya sebagai kepala daerah, Pilkada damai harus terwujud dan warga Makassar punya hak dalam menentukan pilihannya, apalagi kolom kosong tesebut adalah wadah aspirasi hak politik yang sah dalam demokrasi kita, ” kata Danny.

Kemudian, Danny menambahkan, bahwa gerakan coblos kolom kosong yang kini sedang masif digalakkan oleh warga Makassar, merupakan gerakan sosial yang datang dari warga itu sendiri, tidak digerakkan apalagi dibiayai oleh siapapun. Bahkan kata Danny Pomanto, jika saya melihat fenomenanya, kolom kosong di Pilkada Makassar berada diambang kemenangan, sekali lagi, Danny menegaskan, tidak ada satupun pihak yang berhak untuk mencegah ataupun coba menghalangi keinginan masyarakat memilih kolom kosong, termasuk saya sebagai kepala daerah.

“Intinya Kolom Kosong itu adalah wadah hak konstitusi rakyat, silahkan bertarung dengan jujur dan adil, kemudian penyelenggara harus netral, jaga Makassarta, biarkan rakyat menentukan pilhannya, jangan ada intervensi didalamya, ” kunci Danny Pomanto.(fhr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top