banner-1

Politik

Sekjen Partai Demokrat : Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung

Foto Sekjen Parta Demokrat pencabutan Atribut Partai

Serpong, metrotimur.com – Setiap peristiwa politik selalu menyisakan hal yang menyebalkan warga sebuah kota. Menyisakan sampah visual. Sampah visual berbentuk spanduk, umbul-umbul, bendera-bendera partai dan wajah-wajah politisi yang terpampang di setiap sudut kota di semua alat peraga kampanye. Itu juga yang terjadi ketika Partai Demokrat Sulawesi Selatan melakukan rangkaian acara Pelantikan Pengurus DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan.

Begitu kami mendarat dan keluar dari Bandara Internasional Hasanudin di Maros, sepanjang jalan kami menemukan banyak spanduk , bendera dan berbagai alat peraga yang terpasang di sepanjang jalan yang kami lewati. Hal yang terhindarkan. Karena peristiwa politik memang perlu dikabarkan ke seluruh warga, ke seluruh konstituen. Mengabarkan peristiwa politik selain melalui media mainstream, media social tentu masih melakukan cara-cara tradisional. Memasang alat peraga seperti spanduk, umbul-umbul, billboard dan bendera-bendera.

Setiap kota punya aturan main sendiri tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh tentang pemasangan alat peraga luar ruang itu. Di Manado mislanya, pemerintah kota Manado punya aturan ketat soal lokasi yang boleh dan tidak boleh dipasang alat peraga luar ruang. Ketika pelantikan Pengurus DPD Sulawesi Utara, tak ada atribut partai di seputar bandara dan jalan keluar bandara. “Area bandara area steril dari alat peraga partai,” kata kader Demokrat yang mobilnya membawa saya dan rombongan keluar dari Bandara Sam Ratulangi Manado.

Walau Ketua DPD Sulawesi Utara Vicky Lumentut adalah Walikota Manado, soal aturan ini taka da kompromi. Di akun Facebook salah satu kader Partai Demokrat Sulawesi Utara, saya melihat Satpol PP Kota Manado menurunkan atribut-atribut Partai Demokrat yang dipasang pihak vendor pemasangan spanduk yang dipasang tidak pada tempatnya. “Walau Ketua DPD kami adalah Waliokta Manado, tidak ada kompromi untuk kesalahan pemasangan yang dilakukan oleh vendor kami, semua harus dicopot,” tulis kader Demokrat Sulut Hanny Wong Kandau di laman FB-nya. Respek.

Baca juga :  Lurah Manggala Apresiasi Baksos Komunitas A2 dan Kerabat DP

Di Sulawesi Selatan, atribut Partai dan billboard serta spanduk dan bendera Partai Demokrat menjelang pelantikan Pengurus DPD Sulsel saya lihat memang lumayan banyak. Sebagai partai kedua tersbesar di Sulsel, sepertinya kader-kader Demokrat Sulsel ingin unjuk kekuatan. Kami partai besar di Sulsel. Kami ingin kembali juara 1 di Sulsel. Mungkin itu pesan dan semangat yang ingin dilihatkan oleh kader-kader Partai Demokrat di negeri para raja-raja dan negeri peara pemberani itu. Luar biasa.

Tapi bagaimanapun ini sampah visual. Boleh lah kita menggangu warga beberapa hari dengan sampah visual. Peristiwa politik besar seperti pelantikan pengurus DPD itu memang harus dikabarkan. Agar sebanyak mungkin warga tahu. Tapi Sekjen Partai Hinca Panjaitan orang yang mengerti soal visual dan sampah visual ini. Begitu dia melihat cukup banyak alat peraga ini, dia bilang ke rombongan “Sebelum pulang ke Jakarta, kita harus bersihkan spanduk-spanduk ini dari jalanan kota Maksar. Kalau belum bersih kita tak usah pulang,”katanya.

Ucapannya itu dibuktikan. Hari terakhir kami di Makassar, usia dijamu makan siang oleh Walikota Makasar Danny Pomanto, Hinca memimpin Pengurus DPP Demokra, Walikota Makasar Danny Pomanto, Ketua DPD Demokrat Sulsel H. Ni’matullah, Sekretaris DPD Demokrat Sulsel yang juga Wakil Walikota Makasar Daeng Ichal, pasukan oranye Pemkot Makasar dan kader-kader Demokrat Sulsel secara simbolis membersihkan alat-alat peraga yang selama beberapa hari memenuhi Kota Makasar.

“Kami minta maaf kepada warga Kota Makasar dan Walikota Makasar karena selama beberapa hari ini mungkin terganggu dengan alat peraga acara pelantikan Ketua DPD Sulsel. Tapi hari ini secara simbolis semua kami bersihkan kembali,” kata Hinca saat melepas salah satu bendera Partai Demokrat di tengah pusat Kota Makasar.

Baca juga :  Orasi Indira Pukau Puluhan Ribu Masa Pendukung DIAmi

Sebuah tradisi baru yang menarik. Kalau partai lain mungkin marah alat peraga atau bendera partainya dicabut karena acaranya telah usai, Sekjen Hinca memulai tradisi baru. Dengan kesadaran melepas sendiri alata peraga yang mungkin menggangu pemandangan kota seraya minta maaf ke warga yang mungkin terganggu.

Dalam twitnya di akun twitternya, Hinca menulis; “Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung.” Twitnya dilengkapi foto dirinya melepas bendera Partai Demokrat di jalanan bersama Walikota Danny Pomanto.

Pepatah itu disitir Hinca dari pepatah Minang. Intinya, kami datang dengan niat baik dan kami pulang juga tak mau menyisakan kesan buruk. Kami bersihkan kotanya kembali. Dan mohon maaf kalau selama beberapa hari warga kota terganggu dengan sampah visual kami. Sebuah sikap baru dari kami Di Partai Demokrat. Sikap Peduli dan Beri Solusi. Sikap ksatria yang tak segan minta maaf kalau sudah menggangu kenyaman warga kota. Tabik. (*)

 

 

Serpong, 3 April 2017

Sumber : Cipta Panca

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top