Makassar

Selain Bau Sampah, Asap Tebal Juga di Produksi Oleh TPA Antang, Berikut Penjelasan Pihak UPTD…

TPA Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Kebakaran yang terjadi di TPA Antang membuat sebagian wilayah yang ada di Kecamatan Manggala, Panakukang diselimuti asap tebal, membuat warga yang terkena dampak melakukan protes.

Menepis dari issu yang berkembang tentang akibat kebakaran yang masih diduga jika kebakaran yang terjadi adalah akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, melalui Kepala Tata Usaha UPTD Sampah Antang, Syawaluddin saat ditemui di ruang kerjanya, minggu (14/10/18), di Kantor UPTD Sampah Antang, mengatakan, bahwa kebakaran yang terjadi di TPA Antang sampai saat ini masih diindikasi karena proses pemanasan yang terjadi pada tumpukan gunung sampah.

“Sampai saat ini yang kami ketahui tentang terjadinya kebakaran sampah di TPA, adalah terjadinya proses pemanasan yang bertepatan dengan musim kemarau seperti saat ini, itu yang kami ketahui, ” kata Syawaluddin, jum’at (14/10/18).

Bhair, salah satu warga yang terkena langsung dampak dari asap tebal produksi TPA Antang, menyampaikan protesnya kepada Pemerintah melalui via group Whatsapp, ia meminta kepada pemerintah untuk mencari solusi.

“Kami minta pemerintah untuk cepat tanggap menangani asap tebal yang ditimbulkan oleh terbakarnya tumpukan sampah di TPA, jangan kemudian nanti terjadi apa – apa yang berdampak negatif, kemudian mencari solusi, kemudian ini sampah TPA sengaja dibakar atau terbakar sendirinya, ” protes Bhair di salah satu group Whatsapp, minggu malam (13/10/18).

Untuk rumor yang berkembang tentang adanya unsur kesengajaan terjadinya kebakaran, menurut Syawaluddin indikasi masih jadi pertanyaan yang didasari dengan bukti yang kuat, pasalnya, jika ada oknum atau kelompok yang coba melakukan itu maka konsekuensinya adalah pidana, terang Syawaluddin.

Foto: Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar

Lanjut Syawaluddin, adapun respon dari UPTD Sampah sejauh ini adalah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, diantaranya dengan Dinas Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, pihak Kecamatan dan Pihak Kelurahan Tamangapa. Salah satu langkah selain pemadaman kebakarannya, pihak UPTD sampah sudah membagikan masker kepada para pekerja dan warga yang ada di TPA Antang.

Baca juga :  Upacara Peringatan HUT RI ke 73 di Lapangan Karebosi Berlangsung Hikmat

“Kami intens berkoordinasi dengan pihak terkait, selain penanganan pemadaman apinya dan respon Damkar cepat, kami juga sudah bagikan masker baik kepada
petugas TPA maupun kepada para pemulung yang tinggal diareal TPA, ” kata Syawaluddin.

Kemudian kata Syawaluddin, untuk warga diluar TPA memang kami tidak membagikan masker tersebut, kami hanya mampu mengakomodir yang masuk dalam zona pengelolaan TPA, solusinya pihak Kelurahan dan Kecamatan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Mengenai asap tebal yang diproduksi dari hasil terbakarnya tumpukan sampah TPA Antang, Syahwaluddin meceritakan, asap tebal itu munncul ketika setelah dipadamkan bagian atas yang terbakar, alat berat juga bekerja untuk membolak balikkan tumpukan sampah, tujuannya, kata Syawaluddin, bahwa bara api bagian bawah sampah atau dasar lantai masih aktif sehingga harus di bolak balik, dari situlah asap tebal muncul.

“Kalau sudah padam bagian atas kita balik lagi untuk dipadamkan bara apinya pafa bagian bawah, nah kalau itu dilakukan seacara otomastis asap tebal akan muncul. Tapi ketebalan asap itu tidak bergerak kearah timur jika siang hari, nantilah malam hari baru asap tersebut mengarah ke areal permukiman yang berbatasan langsung dengan permukiman warga, itupun ketikan arah anginnya mengarah ke wilayah barat, “terang Syawaluddin.

Foto: TPA Antang setelah pemadaman kobaran api

Saat dikomfirmasi dengan terjadinya kebakaran sampah di TPA terkait aktivitas para pemulung ataupun para pengepul sampah, Syahwaluddin mengatakan, bahwa dengan adanya kebakaran, ada pendapatan bagi sebagian para pemulung yang diperoleh dari hasil kebakaran TPA, seperti bahan logam atau besi.

“Jadi sebagian pemulung atau pengepul sampah pendapatannya bisa bertambah, ada yang bisa memperoleh penghasilan sampai jutaan rupiah, ” ungkapnya

Baca juga :  Soal Insentif RT/ RW, Ini Penjelasan Iskandar Lewa

Oleh karena itu kami dari pihak UPTD Sampah Antang mohon maaf kepada seluruh warga yang terkena dampak dari kebakaran tumpukan sampah di TPA Antang, khususnya warga Kecamatan Manggala. Kemudian sebagian wilayah Pankukang dan jalan Hertasning, kami juga mohon maaf, kami dari pihak UPTD akan sesegera mungkin untuk memberikan solusi dengan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, tutup Syawaluddin. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top