banner-1

Makassar

Seminar Kebangsaan, Ridwan Wittiri Ajak Warga Makassar Jadi Agen Pancasila Mulai dari Lorong

Anggota DPR RI PDI Perjuangan Ridwan Andi Wittiri

Makassar, metrotimur.com – Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Ridwan Andi Wittiri dalam rangka melaksanakan seminar kebangsaan di lorong 7, jalan sinassara, Kelurahan Kalukubodoa, Kecamatan Tallo Kota Makassar, senin (4/12/17).

Kehadiran ARW disambut ratusan warga Kalukubodoa. Dihadapan warga Kalukubodoa ARW menghimbau masyarakat menjaga idiologi bangsa yakni Pancasila.

“Masyarakat kalukubodoa yang mayoritas berada didalam lorong harus menjadi pionir sebagai agen pancasila, agen penjaga toleransi dan semangat Nasionalisme dan kita perkuat dari lorong – lorong yang ada di Kota Makassar, ” kata ARW.

ARW menegaskan bahwa Pancasila sangat penting diimplementasikan dalam keseharian seperti menghormati penganut agama lain, semua agama mengajarkan kedamaian dan kasih sayang, sebagai umat muslim sebagai pemeluk mayoritas.

“Tugas kita adalah mengayomi minoritas, melindungi hak-hak mereka beribadah, toleransi harus selalu hadir sebagai dasar dari perwujudan perbedaan tetap satu jua, ” terang ARW.

Lanjut ARW, Kota Makassar adalah Kota yang memiliki kultur budaya yang kental dengan rasa saling memiliki dengan tata kota berbasis lorong. Olehnya menjaga Pancasila kita perkuat dari lorong – lorong Kota Makassar, Kata ARW.

ARW menambahkan , “Dalam rangka menjaga Pancasila, maka sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai anggota DPR RI untuk datang bertatap muka langsung untuk mendengar dan menyerap aspirasi masyarakat sesuai dapilnya ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sulsel, tambahnya.

Hadir dalam seminar tersebut yakni Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar H.Bahar Machmud dan Pengurus PDIP PAC Sekota Makassar dan Wakil Ketua DPD PDI P Sulsel Anshari Mangkona. (Ron)

Baca juga :  Pandam XIV Hasanuddin Apresiasi Kehadiran IWO Sulsel
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top