banner-1

Peristiwa

Sepenggal Kisah Keluarga Supomo Guntur Tentang DP

Sulayadi Permana Putra Karaeng Tinggi Putra Almarhum Supomo Guntur

Makassar, metrotimur.com – Keluarga Supomo Guntur tidak menampik sejumlah petinggi elit politik bahkan kalangan politisi yang berkeinginan akan gerbong Supomo Guntur untuk dilabuhkan dikandidat Calon Walikota masing – masing, namun keluarga Supomo Guntur jatuhkan Pilihannya ke Danny Pomanto.

Meskipun Almarhum Supomo Guntur selama mengabdikan dirinya semasa hidupnya di pemerintahan sebagai Wakil Walikota era Ilham Sirajuddin selama 2 periode, bahkan di pilwali lalu, Almarhum Supomo Guntur harus kalah dari Pasangan DIA, namun Putra Supomo Guntur yang kini menjabat sebagai Kabid di Dinas Tata Ruang, di bawah kepemimpinan Walikota Makassar, Ir. Moh. Ramdhan Pomanto merasa bangga punya pemimpin yang tidak pernah menyimpan dendam ataupun pilih Kasih, dan menurut Sulyadi Perdana Putra yang akrab disapa Krg. Inggi, Danny Pomanto seorang pemimpin yang tipikal pekerja, konsisten dan profesional.

IMG_20170509_175552

” Danny tempatkan saya di posisi yang strategis sebagai Kabid DTRB, berbeda saat Almarhum menjadi Wakil Walikota di era Ilham Arief Sirajuddin, jabatan saya Lurah, bergabung di Satpol dan BKD, artinya pak wali bukan orang yang pendendam, meskipun keluarga saya pernah menjadi rivalnya, itu fakta dan bukan omong kosong “, Kata Karaeng Inggi.

Cerita demi cerita bahkan di beberapa media sosial bahkan ke masyarkat bawah jika pak Danny adalah orang yang tidak tahu berterima kasih bahkan di beri gelar ” kacang lupa pada kulitnya” , kami sekelurga ( Supomo Guntur), kata Karaeng Inggi ” kami agak sedih mendengar itu semua, betapa piciknya pikiran – pikiran itu tentang Pak Danny Pomanto.

IMG_20170605_175345

Sebelum wafat Ayahanda kami Supomo Guntur, bahkan sampai ajal menjemput, Almarhum menyampaikan kepada kami, jadilah kalian rakyat yang baik, dan kalian yang mengabdi di pemerintah hormati pemimpinmu, temani pemimpinmu yang ingin memajukan Makassar, jangan pernah kamu khianati, Ucap Karaeng Inggi, mengutip pesan Supomo Guntur.

Baca juga :  Danny : RT/RW Merupakan Dedikator Bukan Karena Insentif

” kepada saya almarhum berpesan, pak Danny itu sahabat saya bahkan saya anggap anak saya sendiri, membangun Makassar di jamanku Danny punya andil yang cukup besar, meskipun saya kalah dari dia, tapi dia itu tidak akan melupakan kalian karena saya tau siapa itu Danny, jika nanti ada yang menganggu atau ada yang mengzholimi maka jadilah kamu orang yang terdepan buat Danny, temani Pak Danny nak, pertaruhkan semua apa yang kamu miliki termasuk jabatanmu, karena saya tau apa di pikiran Danny untuk Makassar “, kutip Krg. Inggi, sedikit tertunduk menutupi kesedihannya.

Pesan – pesan itu selalu di hadirkan ketika kami sedang berkumpul di kediamannya, bahkan sampai menjelang ajalnya pun tetap almarhum pesankan itu, dan kami sekeluarga itu merupakan wasiat buat kami sekeluarga yang harus kami jaga dan tunaikan, kata Krg. Inggi.

IMG-20170604-WA0049

Seketika waktu Pak Wali membesuk Almarhum di rumah sakit saya mendampingi beliau, Almarhum kemudian berkata dihadapan pak Wali, ” Nak temani kakakmu (Danny), kawal, Makassar sekarang menjadi buah bibir di negeri orang bukan hanya di Makassar, saya yakin keberhasilan ini akan ada sekelompok manusia yang akan tidak menerima kenyataan itu, dia akan menjadikan musuh akan keberhasilan itu, tetapi buka mata jadilah Abdi Negara yang baik, patuh dan tunduk kepada pemimpin, jangan pernah kamu menjadi pengkhianat, karena kita bukan keluarga pengkhianat dan jangan pernah terhasut dengan orang – orang yang hanya mementingkan kelompoknya, cukup saya yang tahu dan Danny bagaimana mereka , papar Karaeng Inggi.

IMG_20170605_175413

Sepeninggal Ayahanda, kami bersama ibunda tercinta kemudian mulai membicarakan itu semua, seiring dengan berkembangnya issu negatif yang dilayangkan ke pak Wali (DP) baik melalui media sosial maupun dari cerita – cerita orang yang tidak mengetahui fakta yang sebenarnya, kamipun melakukan rapat tertutup dengan gerbong Supomo Guntur untuk menyampaikan amanah almarhum, alhamdulillah mereka sepakat dan siap menjadi garda terdepan, terbentuklah Komunitas ” Barisan Orang Setia (BOS).

Baca juga :  Sheila dan Refi Jadi Raja dan Ratu Semalam

Dukungan Gerbong Supomo Guntur yang kemarin mencapai angka 16 persen pada pilwali yang lalu bersatu untuk Danny Pomanto, entah datangnya dari mana, sejumlah komunitas dan ormas juga bermunculan datang kepada kami untuk ikut menjadi bagian dari Barisan Orang Setia Supomo Guntur, Ungkap Karaeng Inggi.

IMG_20170605_175528

Kekuatan – kekuatan ini yang kami bangun dari jaringan persaudaraan dan simpatisan terus melebarkan sayap, issu negatif terkait pak Wali ” Kacang Lupa Pada Kulitnya ” sudah terkubur di pikiran – pikiran mereka, kalau itu issu dari orang yang hanya mementingkan kelompknya sendiri, olehnya kami berpegang ” bahwa meskipun kebohongan itu berlari secepat kilat, maka suatu saat kebenaran itu akan mengalahkannya “, ungkap Karaeng Inggi.

Masih banyak cerita – cerita yang semestinya warga Makassar harus tau kebenarannya, tetapi kita jadikan pelajaran buat yang mengetahuinya, kita berharap dengan bergabungnya Barisan Orang Setia Supomo Guntur dalam mendukung DP, itu menjadi signal kepada masyarakat Makassar, kalau issu ” kacang lupa pada kulitnya ” itu issu orang – orang yang mementingkan kelompoknya sendiri, namun kita berharap hubungan silaturahim terus terjaga untuk Makassar Dua Kali Tambah Baik dan kita jangan biarkan Makassar Mundur lagi, tutup Karaeng Inggi.(Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top