banner-1

Makassar

Setelah Tata Lorong, Danny Ciptakan Tol Dalam Kota

Makassar, metrotimur.com – Dua tahun lalu, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto bersama PT Nusantara Infrastructure Tbk mendiskusikan upaya radikal meretas kemacetan Makassar.

Danny pomanto yang berlatar arsitektur, setelah program penataan lorong secara massif dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Makassar , Danny pomanto kemudian keluar lorong dan memulai menata jalan poros kota Makassar untuk mengurai kemacetan dengan menciptakan Tol dalam kota.

Diskusi itu akhirnya melahirkan ide jalan tol layang yang menghubungkan Maros – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin – Jalan Tol Seksi I dan II – Jalan Urip Sumihardjo – Jalan Abdullah Daeng Sirua – Jalan Boulevard – Jalan Letjen Hertasning – Jalan Andi Pangerang Petta Rani memanjang hingga ke Jalan Sultan Alauddin. Panjangnya sekira 10.3 km yang memanfaatkan jalur existing (Jalan Tol Ir Sutami) sepanjang 6 km ditambah jalan tol layang Andi Pangerang Petta Rani sepanjang 4.3 km yang digadang – gadang menelan biaya hingga Rp 2.5 Triliun.

“Pembiayaannya murni investasi dari PT Nusantara Infrastructure,” kata Wali Kota Danny usai bertemu manajemen pengembang tol layang Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin 4 September 2017.

PT Nusantara Infrastructure Tbk menjadwalkan memulai pekerjaan konstruksi pada Maret 2018, dan diperkirakan beroperasi awal 2020 mendatang.Sebelumnya, akan ada ground breaking (peletakan batu pertama) yang diagendakan berlangsung pada Oktober 2017.

“Butuh waktu hingga enam bulan bagi pengembang untuk mempersiapkan pekerjaan konstruksi setelah tahap ground breaking,” lanjut Wali Kota Danny.

Sedikitnya, ada 16 jenis pekerjaan yang masuk dalam tahap konstruksi. Diantaranya, pekerjaan tanah, galian struktur, drainase, sub grade, sub base, perkerasan, struktur beton, pekerjaan baja struktural, dan elektrikal.

Baca juga :  Kadisnaker Makassar Terima Kunjungan Pengurus Apindo

Agar Tol Layang Makassar dapat berfungsi efektif dalam mengurai kemacetan, pengembang mendesain off/on ramp (jalur naik/turun) bagi pengguna jalan di tiga titik. Pengendara dapat naik dan turun di Jalan Urip Sumiharjo, Jalan Boulevard, dan Jalan Sultan Aluddin.

“Kendaraan dari arah Sultan Alauddin dapat melewati tol layang langsung ke bandara tanpa melewati jalur utama Petta Rani,” terang Business Development Director MUN, mitra PT Nusantara Infrastructure Tbk.

Ia memperkirakan, tol layang Makassar mampu melayani hingga 45 ribu kendaraan dari arah tol Ir Sutami saat beroperasi nanti di 2020. Diketahui saat ini, jumlah kendaraan yang lalu lalang di tol Ir Sutami pada hari kerja sebanyak 83.354 hingga 95.683 tpd dan pada akhir pekan sejumlah 77.313 hingga 84.327 tpd.

Dalam membangun tol dalam kota ini, Wali Kota Danny memberikan solusi cerdas tanpa harus melakukan pembebasan lahan atau menggusur pemukiman warga. “Kita bangun tiang di tengah jalan,” kata Danny.

Tiang ini akan menopang struktur beton untuk menjadi jalan bagi kendaraan. Dua sampai tiga jalur. “Tolnya pun bisa bertingkat-tingkat,” kata Danny. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top