banner-1

Makassar

Siswa SD Inpres Kajengjeng Memilih Menggunakan Perahu Ketimbang Akses Darat

Foto Siswa SD Inpres Kajengjeng

Makassar, metrotimur.com – Siswa SD Inpres Kajenjeng yang bertempat tinggal di Kampung Romang Tangaya, Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala memilih menggunakan perahu daripada melintasi jalan darat yang telah di siapkan oleh Pemerintah Kota Makassar, Sabtu (25/03/17).

Diketahui jika musim penghujan Kampung Romang Tangaya terendam banjir dan fenomena banjir tersebut terjadi pada awal Januari sampai ke Bulan Maret dan mencapai ketinggian 3,5 meter, sehingga akses jalan pintas menuju kampung Kajenjeng harus di lewati dengan menggunakan perahu. Adapun akses jalan darat yang ada di Kampung Romang Tangaya yang menghubungkan dengan Blok 10 Kelurahan Manggala itu sudah ada dan sudah cukup lama, namun menurut Kepsek SD Inpres Kajengjeng akses darat tersebut terbilang jauh.

” mengenai akses jalan darat memang sudah ada untuk warga Romang Tangaya, tetapi jika siswa menempuh jalan tersebut cukup jauh dan bisa di pastikan mereka akan terlambat tiba di sekolah, maka dari itu para siswa dan orang tua siswa sendiri memilih jalan pintas tersebut dengan menggunakan perahu kayu milik orang tua mereka”, Terang Kepsek Kajenjeng, Hamsinah, melalui via telepon, sabtu malam (25/03/17).

Kemudian Kepsek SD Inpres Kajengjeng mengungkapkan, ” Meskipun permintaan perahu karet tersebut pernah di sampaikan langsung kepada melalui pihak Kecamatan Manggala untuk pengadaan perahu karet, namun sampai hari ini permintaan bantuan tersebut belum juga turun.

” tahun lalu melalui pertemuan dengan pihak Kecamatan, saya sebagai Kepsek mengajukan untuk bisa di berikan fasilitas berupa perahu karet, alasannya ada sekitar 20 siswa yang sekolah di SD Inpres Kajenjeng yang membutuhkan fasilitas tersebut jika Romang Tangaya banjir, karena para siswa lebih memilih Jalan pintas daripada Jalan darat”, Kata Kepala Sekolah SD Inpres Kajenjeng , Hamsinah.

Baca juga :  Nelayan Ikut Upacara di Makassar

Lanjut , Kepsek SD Inpres Kajenjeng, Hamsinah menjelaskan , ” mengenai akses jalan darat dari Romang Tangaya menuju Kampung Kejenjeng memang sejak lama sudah ada, tetapi para siswa yang bertempat tinggal di Romang Tangaya, memilih jalan pintas dengan mengunakan perahu, alasanya biar tidak terlambat tiba di sekolah, Jelas Hamsinah

Hamsina menambahkan, ” Jika musim kemarau sudah tiba, para siswa tetap memilih akses jalan pintas tersebut dengan melintasi pematang sawah, namun untuk sekarang ini masih berlumpur, meskipun musim kemarau atau musim hujan, para siswa memilih melalui jalan pintas tersebut.

Sekedar di ketahui, Jalan darat dari Kampung Romang Tangaya sejak lama sudah di siapkan oleh Pemerintah, Jalan darat tersebut ada dua yakni Romang Tangaya sebelah Utara tembus ke Blok 10 Kelurahan Manggala, dan Romang Tangaya sebelah Selatan tembus ke Kabupaten Gowa. (Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top