banner-1

Tekno

Smart RT/RW Sudah Bisa Diupload di Playstore

Makassar, metrotimur.com – Program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, smart rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) saat ini sudah bisa diupload di playstoresmart phone (telepon pintar) dalam bentuk aplikasi.

Akan tetapi, aplikasi tersebut belum bisa difungsikan atau dioperasionalkan oleh pengguna (user) smartphone. Pemkot Makassar saat ini tengah membenahi sistem pengintegrasiannya.

Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Bagian Pemberdayaan Masyarakat Sekretariat Kota Makassar, Syafran Dg Romo.

“Sudah ada di playstore aplikasinya. Cuman belum bisa dioperasikan karena belum masuk semua data ketua RT/RW,” ungkapnya kepada KORAN SINDO.

Dia menjelaskan, teknis pelaksanaan aplikasi tersebut nantinya memiliki empat level pengguna. Mulai dari masyarakat umum, ketua RT/RW, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan operator.

Pada umumnya, program smart RT/RW ini bagaimana mendekatkan komunikasi antara masyarakat Makassar dengan pihak pemerintah. Arus komunikasinya timbal balik atau dua arah.

Bagi pengguna aplikasi terkhusus warga masyarakat umum, kata Syafran, hanya menerima informasi terkait kebijakan pemerintah dan melaporkan setiap peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

Itupun untuk menggunakan aplikasi tersebut disertai dengan memasukkan identitas pengguna, baik Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan alamat email.

“Ini terintegrasi langsung ke war room. Untuk setiap laporan akan tersaring oleh operator. Kalau layak maka akan diteruskan ke OPD sebagai bentuk tindak lanjut. Ketika laporan warga masuk juga langsung terbaca identitasnya (alamatnya) terkonek di RT/RWnya masing-masing,” jelas Syafran.

Untuk mengetahui apakah laporan tersebut sudah ditindak lanjuti, akan ada bentuk penjelasan dalam aplikasi.

 

“Semacam pemberitahuan apakah laporan sudah ditindak lanjuti atau tidak. Jadi, fungsi pengaduaan ini khusus bagi masyarakat pengguna smartphone, jika tidak memiliki smart phone (aplikasi) bisa menggunakan aduan 112,” sambungnya.

Selanjutnya, pengguna aplikasi tersebut adalah seluruh ketua RT/RW se-Makassar. Teknis atau lalulintas informasinya terkait dengan sembilan indikator penilaian RT/RW. Tujuannya, untuk menilai kerja para ketua RT/RW memperoleh insentif.

Baca juga :  All New Sienta Akan Jadi Primadona di GIIAS 2016

“User warga tidak bisa masuk ke level RT/RW. UserRT/RW mempunyai menu lain dimuat 9 indikator penilaian. “Misalnya, longgarnya jumlah sudah berapa. Itu disertai dengan laporan foto. Realisasinya berapa persen dari sembilan indikator,” terang Syafran.

Sementara, untuk level ke-tiga, aplikasi ini bisa digunakan oleh pihak OPD lingkup Pemkot Makassar. Tujuannya menindak lanjuti laporan dari warga yang dikirim ke operator di BPM selaku level ke-empat penggunan aplikasi smart RT/RW.

“Level terakhir adalah operator dibawah kendali BPM. Menampung dan memberikan laporan melalui lalulintas informasi,” kata Syafran.

Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat, M Iskandar Lewa menambahkan, usai program SmartRT/RW dilaunching bertepatan dengan pelantikan ketua RT/RW, 21 Mei mendatang. Akan dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi yang dikerjasamakan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar.

“Kita tidak bisa pungkiri, masih ada sebagian ketuaRT/RW belum memahami penggunaan smart phone. Olehnya itu, untuk mewujudkan smart RT/RW ini akan diadakan pelatihan,” singkatnya.

Diketahui, saat ini, pengadaan smart phone untuk masing-masing ketua RT/RW masih berlangsung di Bagian Perlengkapan Sekretariat Kota Makassar.(**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top