banner-1

Politik

Sosialisasi Partisipasi Pemilih, Warga Tagih Komitmen KPU Makassar

Makassar, metrotimur.com – Dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2018, pihak Kecamatan Manggala menggelar sosialisasi dengan mengangkat tema “Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada ” di aulah pertemuan Kecamatan Manggala, Rabu (25/4/18) dengan menghadirkan salah satu komisioner KPU Makassar, Andi Syahipuddin.

Ratusan warga Manggala dalam acara sosialisasi tersebut hadir mendengar langsung petunjuk atau arahan dari pihak KPU Makassar terkait tekhnis cara peningkatan partisipasi pemilih pada pilkada serentak.

“Materinya sangat bagus, tetapi pada intinya mengajak masyarakat untuk datang ke bilik itu tidak semudah yang kita pikirkan, apalagi adanya peristiwa hukum yang menimpa salah satu paslon atas lahirnya keputusan MA, ” kata Muslimin yang merupakan salah seorang Ketua RT di Kelurahan Biring Romang Kecamatan Manggala.

Harapannya sebagai ketua RT, KPU harus konsisten dengan apa yang menjadi visi misinya dalam menjaga marwah konsitutusi dan demokrasi sehingga partisipasi masyarakat bisa bertambah pada pilkada serentak 2018 ini.

“Partisipasi pemilih itu kan tergantung penyelenggaranya (KPU) bagaimana komitmennya, misalnya keputusan KPU Makassar yang memutuskan dua paslon yang diplenokan dan mendapat legitimasi hukum, kemudian berkembang lagi issu KPU akan mendiskualifikasi salah satu paslon, itukan salah satu celah bagi masyarakat kalau ada kecenderungan KPU itu tidak konsisten atas keputusan yang sahnya yang sudah pasti sesuai dengan petunjuk dan perintah UU, nah bagaimana dengan suara kami misalnya, ” tegas Muslimin.

Menurut Muslimin, intinya untuk peningkatan partisipasi pemilih, yang harus dimulai itu dari KPU itu sendiri, untuk bagaimana meningkatkan kepercayaan masyarakat dulu, kalau KPU itu adalah lembaga independen yang tidak bisa diintervensi dari pihak manapun dan berpegang teguh apa yang sudah menjadi keputusannya yang berlandaskan UU.

Baca juga :  Ismai Hajiali : NTPD Call 112 Terintegrasi Keseluruh SKPD dan Kepolisian

“Misalnya terjadi kotak kosong di Pilkada Makassar, sementara KPU sudah plenokan dan umumkan ke publik kalau dua paslon, spanduk terpampang kiri kanan disetiap sudut – sudut jalan, lalu kemudian berubah lagi, itukan jadi pertanyaan dan menimbulkan ketidak percayaan masyarakat dan bisa berdampak negatif ke kalangan pemilih, sementar kita ketahui bersama bahwa KPU  adalah lembaga yang kredibilitas independennya sangat terpercaya, jadi itu dulu yang diperbaiki kemudian mengajak masyarakat berkontribusi dalam menyukseskan pilkada serentak ini, ” kata Muslimin.

Dari keterangan salah satu peserta sosialisasi, Muh. Kasim menyampaikan, bahwa terkait issu kotak kosong, pihak KPU melalaui Komisioner Andi Sahipuddin kepada peserta sosialisasi mengatakan, sampai hari ini belum menerima salinan putusan MA dan belum ada kotak kosong dan tetap 2 paslon di pilkada Makassar.

“Jadi tadi kami mendengar langsung dari komisioner KPU Makassar, bahwa belum ada kotak kosong dan pihak KPU belum bersikap, mengingat salinan putusan MA belum diterima sampai saat ini, ” ungkap Muh.Kasim. (Sqd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top