banner-1

Pemerintahan

Sukseskan Program, Plt Camat Manggala Gandeng Masyarakat dan CSR

Plt Camat Manggala ( Andi Fadly)

Makassar, metrotimur.com  – Plt Camat Manggala, Andi Fadly luncurkan program Gammara’na Manggala dengan menggandeng Masyarakat dan para pengusaha (CSR) yang ada di Kecamatan Manggala, senin (6/8/18

Kecamatan Manggala yang dikenal sebagai wilayah yang menjadi tempat akhir pembuangan sampah dari seluruh wilayah Kota makassar, melalui inovasi Plt Camat Manggala,  Andi Fadly menjawab tantangan bau tak sedap yang berasal dari TPA Antang. Plt Camat Manggala dengan inovasinya tentu tidak sendiri, Andi Fadly yang menjabat sebagai Plt Camat Manggala juga melibatkan Masyarakatnya dan para pengusaha.

“jadi program ini berawal dari diskusi bersama warga Manggala, Program Gammara’na Manggala ini lahir dari pemikiran baik itu dari pemerintah Manggala maupun dari masukan dari warga termasuk mitra kerja pemerintah Kec. Manggala, seperti, RT/RW, BKM dan LPM, ” ungkap A. Fadly, Plt Camat Manggala.

Diketahui, salah satu persoalan yang ada di Manggala yang belum terselesaikan sampai saat ini, kata Andi Fadly, yakni bau tak sedap yang dihirup setiap hari yang bersumber dar TPA Antang. Program ini pun lahir, kita cari solusinya dan kami temukan, yakni dengan metode menanam tanaman yang berbau semerbak, Program ini adalah gerakan masyarakat yang kami sebut Gerakan Masyarakat menanam tanaman yang berbau harum dan wangi disingkat ” Gammara’na Manggala”, Kata Andi Fadly.

Gammara’na Manggala ini tidak berjalan dengan sendirinya, buah pemikiran dari Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail dan  peran serta warga dan para pengusaha yang ada di Manggala adalah salah aktor dalam pencanangan Gerakan masyarakat Manggala tersebut.

“Jadi semua terlibat, Warga, CSR dan juga para mitra – mitra kerja yang ada di wilayah seperti RT/RW, LPM, BKM, TNI dan juga pihak kepolisian yang ada di wilayah, jadi semua terlibat, ” terang Andi fadly.

Baca juga :  Banjir atau Genangan, Berikut Penjelasan Humas PU....

Lanjut Andi Fadly, untuk kebutuhan jumlah dan jenis tanaman untuk menepis bau sampah, itu terbilang besar dan beragam jenis tanaman semerbaknya. Soal anggaran pengadaan bibit tanaman adalah salah satu kendalanya diawal kami mendiskusikannya, tetapi, jalan terbuka, kami berdiskusi dengan masyarakat dan mengundang para pengusaha kecil maupun pengusaha menengah keatas, kami dapat jawabannya, semua pihak setuju untuk ikut berpartisipasi menyalurkan bantuannya termasuk para pengusaha.

Menurut Andi Fadly, untuk 8 Kelurahan, setiap Kelurahan diwajibkan menanam sebanyak 2000 tanaman harum diwilayah masing – masing. Jenis tanamanya kita bagi menjadi dua jenis, yakni tanaman yang berjangka pendek dan tanaman yang berjangka panjang. Untuk tanaman semerbaknya kita pilih tanaman, Pandang wangi, Mawar, Melati dan sedap malam, sementara untuk tanaman yang berjangka panjang kita pilih tanaman Pohon Kamboja.

Hari pertama kita buka tindak lanjut diskusi sebelumnya, melalui acara Coffe morning dengan menghadirkan semua stakholder terkait, kami mendapat bantuan tunai baik dari masyarakat Manggala juga para pengusaha yang ada di Manggala dengan jumlah donasi sebesar 50 juta rupiah, Ungkap Andi fadly.

“Jadi kami dapat bantuan dana swadaya sebesar 50 juta, sementara dari jumlah 2400 tanaman itu estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk mengakomodir itu sebesar 2,4 milliar, ” kata Andi Fadly.

Melalui Launching yang dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail dan Asiisten II yang mewakili Wali Kota Makassar, kami bersama warga dan para pengusaha dan Pemerintah Kecamatan Manggala kemudian mengikat komitmen dengan penanda tanganan dukungan dalam menyukseskan program Gammara’na Manggala.

Andi Fadly menambahkan, meskipun masih terkendala untuk mencukupkan kebutuhan jumlah tanaman, kami optimis dengan semangat dan support dari masyarakat dan para pengusaha yang ada di Manggala, program Gammara’na Manggala akan kita tuntaskan, meskipun butuh proses – proses selanjutnya.

Baca juga :  Terima Bantuan 100 Kursi Roda, Indira Ajak Masyarakat Untuk Tidak Tutup Mata

“Intinya, masyarakat terlibat dan peduli termasuk para stakholder terkait, kita optimis program Gammara’na Manggala akan berkesinambungan, tambah Andi Fadly.

Adapun target lokasi awal yang akan kita tanami,untuk jenis tanaman jangka panjang kita akan fokus ke areal Jalur Hijau dan Ruang terbuk Hijau, sementara untuk tanaman yang berjangka pendek atau menengah kita akan tanam dilokasi Open spice.

Sementara untuk diwilayah pemukiman, pemerintah dan warga sepakat, setiap rumah wajib menanam minimal 5 tanaman yang berbau semerbak, tutup Andi Fadly. (Ri).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top