banner-1

Politik

Tak Bisa Dibendung, Dukungan Untuk DIAmi Terus Mengalir

Makassar, metrotimur.com – Dalam waktu dekat KPU Kota Makassar akan membuka tahapan Pilkada pada jalur indevendent. Kesiapan paslon pun mulai nampak untuk menghadapi pesta demokrasi lima tahunan ini.

Paket Danny-Indira sendiri tetap memastikan bertarung lewat jalur parpol. Apalagi arah dukungan mayoritas parpol di parlemen berembus kuat mempertahankan wali kota Yang tidak menginginkan Makassar mundur lagi tersebut.

“Kita tetap gunakan partai politik, kecuali partainya tidak mau,” tandas Danny saat dikonfirmasi, Kamis 16 November 2017.

Meski begitu, pergerakan tim relawan untuk memenangkan paslon bertagline “DIAmi” ini rupanya juga berjalan massif tak terbendung di lapangan.

Kerja nyata terus ditunjukkan dengan menghimpun kekuatan rakyat lewat pengisian form KTP di 15 Kecamatan.

Bahkan hanya sepekan pasca disebar angkanya sudah menembus target yang dipersyaratkan oleh KPU tentang jalur indevendent.

KTP dukungan untuk ‘DIAmi’ saat ini mencapai 150 ribu formulir pernyataan dukungan sukarela, angka dukungan tersebut masih terus terakumulasi hingga deklarasi DIAmi 22 November 2017 mendatang.

Selain itu, konsolidasi oleh parpol pengusung terus digalang dan dimatangkan guna memuluskan langkah DP menuntaskan pembangunan Kota Makassar.

“Biarkan DIA mengalir seperti air, kita hargailah semua proses, begitujuga menghargai hak orang untuk mendukung tapi tak boleh memaksa untuk sejalan. Intinya kita bekerja untuk rakyat, dan biarkan rakyat yang menilai dan merasakan,” ungkapnya

Sementara, Juru Bicara Danny Pomanto, Abdul Haris Awie, mengemukakan, upaya pengumpulan KTP adalah inisiasi dari relawan tim pemenang petahana.

Awie juga membantah adanya tudingan yang menyebut pihaknya melibatkan ASN dan perangkat pemerintah untuk politik praktis.

“Ini murni kerja-kerja politik dari tim. Mereka adalah tim relawan yang secara sukarela bergabung dan memberi dukungan real kepada Danny Pomanto kembali memimpin Makassar di periode ke dua,” ungkapnya.

Baca juga :  Kemensos RI Bekerjasama Bank BRI Salurkan Beras Sejahtera, Makassar Dapat Jatah 39.000 KK

Ia menegaskan, kerja-kerja timnya di lapangan sudah sesuai dengan aturan yang ada.

“Dari segi mana kita melanggar, kecuali kita menggunakan atribut dan fasilitas negara itu baru pelanggaran, kita menghargai kok aturan main,” katanya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top