W3.CSS
Politik

Tak Mau Dikepoi, Visi Misi Appi – Rahman “Tiba Masa Tiba Akal”

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Didebat kedua paslon pilkada Makassar, paslon Munafri Aripuddin – Abd.Rahman Bando tak berkutik saat pernyataan agenda kerja ketika terpilih tak tertuang secara resmi di visi misinya.

Tidak konsistennya dapat terlihat saat Paslon Nomor urut 1 Danny – Fatma beberapa kali menanggapi penjelasan baik itu dari Appi sebagai Calon Walikota dan Abd. Rahman Bando terkait rencana kerja ketika terpilih saat menjawab pertanyaan penalis.

Centilan Paslon Danny – Fatma kemudian ditanggapi dengan jawaban yang tidak akedemis oleh Munafri Aripuddin, “Kalau mau kepoin jangan setengah kepoin sampai habis” tanggap Appi atas centilan Danny – Fatma.

Sementara Danny Pomanto menegaskan, bahwa visi misi untuk setiap paslon merupakan produk hukum.

“Visi Misi itu prodak hukum dan itu harus tersampaikan ke publik, tapi jika tidak tertuang kedalam visi misi kemudian disebutkan rencana kerja maka itu sama saja dengan Omong Kosong,  ” kata DP saat kembali menanggapi paslon Appi – Rahman.

Menanggapi debat visi misi kedua Paslon Pilkada Makassar, salah seorang warga yang aktif mengikuti selama dua kali debat yang ditayangkan disalah satu tv nasional, Hasan mengatakan, bahwa sampai pada debat kedua, dari keempat paslon hanya ada tiga paslon yang yang jelas dalam penyampaian visi misi dan program kerjanya didebat tersebut.

“Jujur saja dari debat pertama sampai debat kedua tadi malam, secara garis besar baru tiga paslon yang agak tertangkap visi misi dan program kerjanya ketika terpilih, untuk Paslon nomor urut 2 Appi – Rahman sampai debat kedua belum juga jelas apa visi misi yang disampaikan, ini amatan saya, ” kata Hasan, rabu malam (25/11/2020).

Lanjut, Appi – Rahman lebih banyak menyerang rivalnya ketimbang mempertajam arah visi dan misinya.

Baca juga :  Tokoh Masyarakat Kecamatan Wajo dan Manggala Bersatu Menangkan DP-Fatma

“Debatnya sebatas debat bukan pola penyampain visi misi.Padahal pentingnya visu misi itu adalah sebagai magnet untuk mengajak orang datang ke TPS dan memilihnya dan dua kesempatan itu disia siakan oleh Appi – Rahman, saya menyimpulkan bahwa visi misi Appi – Rahman itu” Tiba Masa Tiba Akal, ” ungkapnya.

Justru ada pesan yang disampaikan oleh Appi – Rahman yang tidak selaras dengan komitmennya dalam membangun kota Makassar ketika terpilih. Seperti pada debat pertama, Appi – Rahman ingin menghapus retribusi sampah dan pada debat kedua Appi – Rahman ingin menyerempet wilayah wajib pajak, dengan alasan pajak itu harus dikondisikan dengan nilai pajak pada situasi pandemi covid 19.

“Nah kan agak lucu di dua bahagian yang disampaikan Appi – Rahman, mau mengahapus retribusi sampah dan ingin mengambil kebijakan dengan memberikan keringanan beban nilai wajib pajak, sementara Appi – Rahman punya segudang cita – cita dalam membangun kota Makassar, kan tidak nyambung toh, ” kata Hasan.

Jika alasan karena situasi pandemi lalu kemudian UU tentang wajib pajak diotak – atik ini pertanda Appi – Rahman pesimis Makassar bisa keluar dari pandemi covid 19, sementara fakta saat ini hampir semua sektor bisnis terutama hotel dan industri serta perdagangan sudah berjalan normal.

“Kita cek faktanya, saat ini Makassar kembali diselimuti dengan tingkat kemacetan disejumlah ruas jalan, nah..itu tandanya perputaran ekonomi sudah mulai berjalan normal, akses kendaraan yang padat itu pertanda ada perputaran ekonomi yang melaju. Hotel mulai terisi, Rumah Makan mulai sibuk, pasar – pasar sudah mulai sesak pengunjung, Mall padat merayap dan banyak lagi sektor yang sudah berjalan aktif, ” terangnya.

Baca juga :  UGM Anugerahi Kota Makassar Dua Penghargaan Terkait Pengelolaan Keuangan

Kalau pajak mau diotak – atik maka yang diuntungkan itu  para pengusaha besar rakyat kecil yang dirugikan, lalu Pak Appi wilayah mana yang mau diselamatkan, apakah kepentingan warga atau para pengusaha, ini pertanyaanya, tutup Hasan. (ri/arm).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top