banner-1

Politik

Target Kotak Kosong, Keterangan Saksi Appi – Cicu Tidak Sejalan Dengan Pokok Perkara

Sidang PT TUN Sengeketa Pilwalkot Makassar 2018

Makassar, metrotimur.com – Keterangan dua saksi fakta yang dihadirkan oleh kuasa hukum Appi – Cicu dihadapan Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN ) Sulsel tidak sejalan dengan pokok perkara.

Diketahui sebelumnya pihak Appi – Cicu mengajukan permohonan sengketa untuk membatalkan SK KPU terkait penetapan paslon DIAmi dengan mempersoalkan terkait pembagian Smaetphone RT/RW, Pengangkatan tenaga kontrak terbatas dan penggunaan tagline dua kali tambah baik, pada sidang musyawarah sengketa pilwakot Makassar 2018 di Panwas Kota Makassar.

Dari hasil permohonan Appi – Cicu untuk pembatalan paslon DIami melalui sidang musyawarah sengketa pilwalkot 2018, seluruh permohonannya ditolak. Alasan penolakan berdasarkan keterangan Humas Panwas, Moh. Maulana beberap waktu yang lalu ( 26/2/18), alasan penolakannya, pertimbangan pertama, karena pemohon tidak memenuhi kedudukan sebagai pihak pemohon dengan mempertimbangkan, bahwa objek sengketa harus memuat keputusan berita acara. Kemudian hal lain juga, mempertimbangkan bahwa permohonan pemohon tidak satupun memuat cacat adminiamstrasi dalam penertiban keputusan penetapan KPU, kata Moh. Maulana, Ahad (26/2/18).

Dari fakta sidang PT TUN, Rabu (7/3/18) pada pengambilan keterangan saksi dan fakta, Kuasa Hukum KPU Makassar menilai gugatan Appi – Cicu tidak ada hubungannya dengan pokok perkara, Rabu (7/3/18).

Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum KPU Kota Makassar, usai sidang pengambilan keterangan saksi fakta dan bukti.

“Pertanyaan yang dilancarkan oleh Kuasa Hukum Appi – Cicu kepada kedia saksi tadi, itu tidak berhubungan dengan substansi pokok perkara, dimana objek sengketa yang diajukan oleh Appi – Cicu, itukan SK KPU Penetapan Paslom DIAmi, ” kata Marhuma Majid.

Kedua saksi fakta juga pada keterangannya baik saat menjawab pertanyaan Kuasa Hukum Appi – Cicu dan kepada Majelis Hakim, keduanya mengakui bahwa mereka tidak pernah melakukan pelaporan ke pihak Panwas atau ada penyampaian kepada pihak KPU terkait tiga poin pelanggaran yang masih sifatnya asumsi.

Baca juga :  IYL Akan Hadiri Pelantikan 14 DPC PAN Se-Kota Makassar

Kita mengacu kepada fakta sidang tadi kata Marhuma Majid, sebagai bukti bahwa tidak adanya pelaporan yang dilakukan oleh saksi Saudara Junaedi soal formulir dukungan dan Smartphone RT/RW yang asumsinya adalah sebuah pelanggaran, saudara saksi (RT Mudayya) tidak mengetahui kapan ditetapkan Paslon DIAmi sebagai bakal calon sampai penetapan sebagai calon tetap. Bahkan dari pengakuannya, penetapan Paslon DIAmi ia ketahui dari media sosial, Kata Marhuma Majid.

Dari fakta sidang untuk kasus pengangkatan tenag kontrak yang dilakukan oleh petahana Danny Pomanto, saudara Saksi Muh.Taufik baik kepada Kuasa hukum Appi – Cicu dan kepada kami atas pertanyaan yang kami layangkan kepadanya , Saksi mengatakan kalau ia tidak pernah tahu jika pengangkatan tenaga kontrak terbatas dipersoalkan apalagi melaporkan ke panwas, kemudian dihadapan majelis hakim menegaskan bahwa ia tidak pernah diarahkan untuk mendukung salah satu paslon, terang Marhuma Majid.

Marhuma menambahkan, kesimpulan kami sebagai kuasa hukum KPU Kota Makassar sebagai pihak tergugat, target gugatan Appi – Cicu yakni pembatalan SK KPU terkait penetapan paslom DIAmi tidak sejalan dengan pokok perkara, dimana faktanya dari keterangan saksi mengakui kalau mereka tidak pernah melaporkan tiga point sebab gugatan Appi – Cicu. Oleh karena SK penetapan paslon DIAmi itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku, Tutup Marhuma Majid. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top