banner-1

Politik

Telan Anggaran Besar, KPU Makassar Tetap Sebarkan Undangan Warga Yang Sudah Meninggal Dunia

Makassar, metrotimur.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar masih mencatat orang yang sudah meninggal dalam daftar pemilih tetap (DPT). Bahkan orang yang sudah meninggal dunia ini diberikan undangan memilih.

“Padahal sudah pernah dilakukan pemutakhiran data,” kata Faturahman, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 035 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Rabu 27 Juni 2018.

KPU juga mengeluarkan undangan kepada orang yang sudah tidak tinggal di wilayah Manggala.

“KPU seperti tidak menghargai kerja Ketua RT yang sudah capek mendata ulang warganya. Faktanya data yang sudah diperbaiki tidak digunakan oleh KPU,” kata Faturahman.

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kota Makassar, beberapa warga juga mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih atau undangan memilih.

Seperti salah satu warga Kecamatan Mamajang, Andi Tenri Batari, yang mengaku belum mendapatkan undangan untuk memilih Kepala Daerah.

“Waktu pemilihan dulu ada ji undangannya. Baru tahun ini saya tidak dapat undangan,” katanya.

Andi mengaku kecewa terhadap KPU Makassar. Karena di beberapa kecamatan juga banyak keluhan warga yang sama seperti Andi. Laporan beberapa warga dari berbagai kecamatan yang tidak mendapatkan undangan untuk memilih seperti di Kecamatan Rappocini, Mamajang, Tamalate, Manggala, dan Mariso.

Sekedar diketahui untuk anggaran pilkada Makassar 2018, sebesar 65 milliar rupiah anggaran dari Pemerintah Kota Makassar digelontorkan untuk menunjang lancarnya pemilihan wali kota dan wakil walikota Makassar. (*)

 

 

Sumber: makassar.terkini.id

Baca juga :  IWO Bersama Yayasan Karampuang Trauma Healing Anak Pengungsi Di Kota Palu
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top