banner-1

Peristiwa

Terjadi Pendangkalan di Kanal Induk, Tiga Titik Di Kelurahan Batua Di Genangi Air

Kelurahan Batua Kecamatan Manggala

Makassar, metrotimur.com – Meluapnya Kanal dan Waduk Antang mengakibatkan terjadinya genangan air di tiga titik yang ada di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BKM Kelurahan Batua, Arwan, menurutnya meluapnya air di Kanal dan Waduk Antang selain tingginya curah hujan juga terjadi pendangkalan di Kanal induk yang terbentang diantara tiga Kelurahan di Kecamatan Manggala, yakni Kelurahan Bangkala, Bitowa dan Borong.

“Genangan air di tiga titik di Kelurahan Batua bukan hanya karena curah hujan yang tinggi ataupun meluapnya air kanal dan waduk Antang, tetapi memang terjadi pendangkalan di kanal induk, sehingga air skunder dari warga tidak bisa terakses dengan normal,” terang Arwan, Rabu (20/12/17).

Menurut Arwan dengan terjadinya pendangkalan di Kanal induk tentu sangat mempengaruhi dari sisi hulu menuju hilir, dimana akses air warga menuju ke Kanal induk tertolak karna terjadi luapan air di mulut kanal disebabkan terjadinya pendangkalan akibat lumpur, kemudian ditambah kemungkinan terjadi pasang di hilir ( muara) sehingga air buangan dari sekunder ke primer tidak bisa terakses, terang Arwan.

Genangan air yang terjadi seperti ini juga tidak berlangsung lama, jika air hujan redah dan air kanal mulai normal menuju hilir, genangan air yang ada di tiga titik di Kelurahan Batua juga akan perlahan suru. Namun kita tetap waspada mengantisipasi jika terjadi hujan susulan khususnya di malam hari.

“Jika di hilir pasang airnya turun dan air kanal sudah berjalan normal maka secara otomatis genangan airnya juga akan ikut surut, ” Kata Arwan.

Arwan menambahkan, kondisi ditiga titik tersebut yang ada di Kelurahan Batua, selain dari BPBD dan Dinsos sertasatgas Kecamatan, kami juga bersama warga dan di bantu oleh RT/ RW, berposko di tiga wilayah tersebut, sekaligus menyalurkan bantuan, tutup Arwan. (Ron).

Baca juga :  Danny Kunjungi Korban Kebakaran Maccini Parang
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top