banner-1

Politik

Tetap Solid, Warga Kelurahan Borong All Out Menangkan Kolom Kosong

Warga Kelurahan Borong Kecamatan Manggala, Makassar

Makassar, metrotimur.com  – Tetap solid dan menjaga prinsip, warga Kelurahan Borong Kecamatan Manggala bersatu menangkan Kolom Kosong, ahad (2/6/18).

Kekecewaan masyarakat Makassar terhadap sikap KPU yang hanya menyajikan paslon tunggal di Pilkada Makassar menjadi bomerang bagi paslon Appi – Cicu untuk dapat meraih perolehan suara diatas 50 persen. Fakta dengan gerakan yang massif dengan road show mensosialisasikan kolom kosong, mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat, khususnya bagi pemilih yang berada di akar rumput.

Road show, melalui diskusi yang diselenggarakan, sabtu malam (1/6/18), dikediaman salah seorang tokoh masyarakat sekaligus sebagai Ketua Forun RT/ RW Kelurahan Borong Kecamatan Manggala, Anwar Sanusi, antusias warga untuk memilih kolom kosong terbilang besar.

“Kalau untuk warga Borong, setelah DIAmi didiskualufikasi oleh KPU, meskipun ketetapan hukumnya belum jelas, alternatif memilih kolom kosong tidak usah diragukan, warga solid akan memilih kolom kosong, ” kata Anwar Sanusi dalam sambutannya didepan warga kelurahan Borong, sabtu malam (1/6/18).

Tidak hanya sampai disitu saja, kata Anwar Sanusi, selain all out memilih kolom kosong pada 27 juni 2018 mendatang, strategi pengawalan suara pemilih kolom kosong juga bagian dari hal yang terpenting dan telah kami koordinasikan dengan teman – teman para pejuang kolom kosong.

“Saya tidak akan sampaikan disini bagaimana strategi pengawalan suaranya, tetapi kami ada pengalaman dan pernah terlibat dibeberapa kontestasi pemilu, yang pastinya setiap suara kolom kosong harus tersalurkan dengan baik dan tepat, dan kami akan memantau langsung jika ada upaya oknum ataupun pihak penyelenggara yang akan mencederai hak konstitusi rakyat itu, kami all out untuk itu semua, ” tegas Anwar Sanusi.

Baca juga :  Dinas Perumahan Berbenah Menuju Gedung Baru

Sekedar diketahui, dalam diskusi Kolom Kosong tersebut, dihadiri oleh tokoh masyarakat Borong, RT/RW, kelompok Majelis Ta’lim, tokoh pemuda, warga dan sejumlah perwakilan ormas dan sejumlah komunitas, seperti PRO DP dan Mesak Kada dan beberapa komunitas lainnya, yang berdomisili di Kecamatan Manggala.

Anwar Sanusi menambahkan, untuk kelurahan Borong ada 36 TPS. dari 36 TPS ini para relawan kolom kosong akan mengawal dan mengawasi netralitas penyelenggara. Meskipun nantinya jika benar saksi kolom kosong itu tidak ada, tapi kami sudah siap dengan konsep pengawalan suara bersama warga, warga akan mengawasi langsung gerak gerik penyelenggara, dan jika ditemukan pelanggaran maka tentu akan menjadi persoalan besar nantinya, tutup Anwar Sanusi.(sqd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top