banner-1

Hukrim

THM Ilegal, IMALAK Sulsel Tantang OPD dan Anggota Dewan Mundur Jika Tidak Mampu Bertindak Tegas

IMALAK SULSEL

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sulawesi Selatan
Memberi tantangan kepada Kadis Pariwisata, Kadis perizinan dan Anggota DPRD Kota Makassar untuk menutup, serta mencabut izin THM dan panti pijat yang melanggar peraturan.

Tantangan tersebut menurut Damkers Jendral IMALAK Sulsel, menilai hingga saat ini masih banyak Tempat Hiburan Malam (THM) di Kota Makassar yang diduga menyimpang dari regulasi yang ada.

“Masih banyak THM di Kota Makassar ini yang mengabaikan aturan khusunya Perda No. 5 Tahun 2011 tentang Tanda Daftar Usaha Pariwisata,” kata Panglima Jendral IMALAK SulSel,Damkers, sabtu (17/11/18).

Dalam Perda tersebut kata Damkers telah dijelaskan bahwa pendirian tempat bernyanyi keluarga (karaoke), Club malam, Diskotik dan Panti Pijat dilarang berada dalam radius 200 meter dari tempat ibadah dan/atau sekolah

“Jika kita melihat kenyataannya, masih ada beberapa THM yang melabrak aturan itu, salah satunya Barcode yang ada di Jalan Amanagappa yang jelas didepannya berdiri SMPN 2 dan SMAN 16, ” ungkap damkers

Kemudian, sama halnya dengan Panti Pijat My Palce SPA Makassar di Jalan Kajoalalido. Lokasinya juga sangat dekat dengan salah satu gereja tertua di Kota Makassar. Dan Rumah bernyanyi Suka-Suka daerah perintis Lokasinya pas bersebelahan dengan tempat pendidikan JILC dan di belakang persis berjarak kurang lebih 100 m dengan rumah ibada mesjid.

“Saya kira regulasinya sudah jelas,, artinya yang bersangkutan telah melabrak aturan yang ada,” pungkasnya.

Lanjut Damkers menyampaikan alasan tantangannya kepada SKPD terkait, dengan adanya fakta – fakta tersebut, hal ini juga akan merusak citra Makassar menuju kota dunia yang komitmen tidak akan meninggalkan peradaban sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai – nilai budaya, adat istiadat sebagai suku bugis Makassar, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kota Makassar. Olehnya, perlu disikapi secara tegas oleh Dinas terkait,” kata dia.

Baca juga :  Hasil Pengejaran Fasum Fasos Dua Data Sudah Dikantongi

Lebih jauh, Damkers mengatakan bahwa sebagaimana diketahui Kota Makassar saat ini memang tengah mengalami fase pertumbuhan. Hal itu terlihat dengan pembangunan fisik, hotel-hotel dan Rumah bernyanyi pun terbangun dimana-mana serta tempat hiburan malam lainnya.

Namun, bukan berarti semua pihak harus menutup mata akan patologi sosial diakibatkan maraknya THM di Kota Makassar. Untuk itu, pihaknya berharap Pemkot Makassar melalui instansi terkait bisa menata dengan baik soal perizinannya dan menindaklanjuti THM yang dianggap melabrak aturan.

“Kami harap jangan terkesan menutup mata dengan keadaan. Apalagi dengan hasil Investigasi teman-teman yang di dapatkan salah satu THM kedapatan telah meloloskan anak dibawah umur masuk kedalam, Ini kan jelas merusak moral anak bangsa,” kata damkers.

“Kami prihatin kalau begini sepertinya ada unsur pembiaran dari SKPD terkait karena sampai saat ini mereka tidak bisa menindaklanjuti THM yang dianggap bermasalah. Kemudian, kami memberikan tantangan kepada kadis yang bersangkutan dan anggota DPRD Kota Makassar kalau nggak bisa memberikan efek jerah mohon megundurkan diri dengan cara terhormat pungkasnya.(ri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top