banner-1

Makassar

Tidak Beretika, Anggota Dewan Pendukung Appi – Cicu Kembali Hina Rakyat

Andi Nurmal ( Dewan Makassar)

Makassar, metrotimur.com – Kembali prilaku anggota dewan Makassar dari partai Golkar mendapat kecamana dari Aliansi Masyarakat Makassar Cinta Demokrasi saat melakukan unjuk rasa di Gedung DPRD Makassar terkait aksi Gabungan Aksi Fraksi (GAS) Appi – Cicu.

Kemarahan para pengunjuk rasa saat anggota dewan Makassar dari partai Golkar, Andi Nurmal saat melontarkan kata – kata yang tidak senonoh kepada pengunjuk rasa. Menurut Eko, salah satu perwakilan RT/RW yang hendak menemui 13 anggota dewan makassar mendapat sambutan dari salah seorang anggota dewan Makassar dengan kata ” bodoh “.

“Kalian yang bodoh, kenapa datang kesini (DPRD), ” kutip Eko yang bersitegang langsung dengan Andi Nurmal, senin (9/4/18).

Tak terima dikatakan ” bodoh ” sebagian massa kemudian mengejar Andi Nurmal masul ke ruangan sidang paripurnah.

“Memang anggota dewan makassar pendukung appi – cicu ini sudah kelewatan, setelah seenaknya gunakan fasilitas negara untuk kepentingan kelompoknya, sekarang berulah lagi dengan kata – kata kotor kepada masyarakat, ” kesal Eko.

Salah satu anggota ormas Pemuda Pancasila Makassar, Eros, ikut mengecam ucapan Andi Nurmal dengan mengatai masyarakat dengan kata ” Bodoh “.

“Ini gedung DPRD Makassar memang milik nenek moyangmu, tahu diri sedikitlah, kalian (Dewan) itu adalah pembantu kami, kalian bukan siapa – siapa, rakyat yang memberikan pekerjaan buat kalian, lalu kemudian kalian tidak membiarkan kami datang dan masuk ke kantor DPRD, apa hakmu melarang kami, ingat..!! Gedung DPRD ini rumah rakyat, bukan milik nenek moyangmu, ” teriak Eros, sambil mengatakan “Kurang ajar kau Nurmal sama rakyat “.

Meskipun sangat jelas apa yang dikatakan oleh Andi Nurmal dengan kata ” Bodoh ” Andi Nurmal terus mengingkari jika ia mengatakan kata ” Bodoh”, tetapi sejumlah saksi yang mendengar langsung kata ” Bodoh ” itu semakin geram, karena terdesak, Andi Nurmal kemudian dibawah masuk kedalam ruang paripurnah untuk diamankan dari amuk massa. (Sqd05).

Baca juga :  ​Dewan Perda Tentang PDAM Harus Direvisi
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top