banner-1

Hukrim

Tidak Hadir, Panwas: Ruang Saksi Ahli KPU Makassar Sudah Tertutup

Saksi Ahli Panwaslu (Prof Abd. Rahman)

Makassar, metrotimur.com – Hari ke 5 Sidang Sengketa Pilwalkot Makassar 2018 antara pihak Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (pemohon) dan KPU Makassar (termohon), Saksi ahli KPU Makassar tidak hadir.

Dari informasi yang berkembang saksi ahli yang rencananya akan dihadirkan oleh KPU Makassar yakni pakar hukum tata negara, Yusril Izha Mahendra. Ketidak hadiran saksi ahli KPU, belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

Melalui Humas Panwas saat dikonfirmasi terkait tidak hadirnya saksi ahli untuk KPU Makassar, Muh. Maulana SH, MH, bahwa sidang tetap dilanjutkan dengan saksi ahli dari Bawaslu.

“Karena KPU menyatakan tidak bisa menghadirkan (saksi) ahlinya, dengan demikian majelis musyawarah (persidangan) berpendapat, akan tetap melanjutkan agenda sidang dengan menghadirkan saksi ahli dari Panwaslu,” ujar Humas Panwaslu Makassar, Muh Maulana, saat ditemui di kantornya, Jalan Anggrek Raya, pada Selasa (8/5/2018).

Rencananya, sidang lanjutkan yang akan digelar pada pukul 14.00 WITA nanti, Panwaslu akan menghadirkan eks Rektor UIT, Prof Abdul Rahman yang berkapasitas sebagai ahli pada bidang hukum administrasi dan tata negara.

Dengan tidak bisa dihadirkannya saksi ahli dari KPU, Maulana menegaskan, tidak ada lagi ruang bagi KPU untuk mengajukan saksi ahli dalam sidang tersebut.

“Kami belum tahu (kalau Yusril yang akan didatangkan). Kami belum diberitahu siapa orangnya,” ungkap Maulana.

Sementara itu, Kuasa Hukum KPU Makassar, Marhumah Majid mengakui, jika saksi yang ingin dihadirkan berhalangan hadir. Meski, tak disebutkan apa alasannya.

Kendati demikian, Marhumah menganggap, bukan soal jika saksi ahlinya tidak hadir. Karena, menurut Marhumah, dengan telah menghadirkan saksi ahli pertama, Zulkifli Aspan pada sidang sebelumnya, dianggap cukup.

Dia menjelaskan, saksi ahli tidak seperti saksi fakta yang meski harus dihadirkan semua dan atau dicari penggantinya. Makanya, dia menyebut, pihaknya tidak akan menghadirkan lagi saksi ahli tambahan.

Baca juga :  20 % Kepala Sekolah Terancam Diganti

“Menghadirkan saksi ahli itu kan hak. Makanya kami menganggap saksi yang kemarin itu sudah cukup. Karena kami juga terus berkomunikasi dengan saksi yang ingin dihadirkan, tapi tidak bisa hadir. Kami juga tidak bisa paksakan hadir. Jadi kami menganggap itu sudah cukup,” paparnya.

Perihal nama Yusril yang berencana dihadirkan, Marhumah enggan membeberkan. “Saya tidak pernah menyebut nama yah. Memang kami rencana menghadirkan saksi dari Jakarta yang berkapasitas pada bidang itu,” demikian Marhumah. (*).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top