banner-1

Hukrim

Tidak Taat Prosedur, Kuasa Hukum Appi – Cicu Kena Semprot dari Majelis Hakim

Foto: Penyerahan pamlet tanpa melalui Prosedur (Kuasa Hukum Appi - Cicu)

Makassar, metrotimur.com – Sidang lanjutan gugatan sengekat pilwali Makassar yang berguli dI PT TUN Sulsel diwarnai dengan kemarahan Majelis Hakim terhadap Kuasa Hukum Appi – Cicu, Kamis (8/3/18).

Kemarahan majelis hakim ini dipicu akibat ulah kuasa hukum Appi – Cicu selaku penggugat yang telah menyalahi aturan dan prsosedur sidang, pasalnya, kuasa hukum Appi – Cicu telah memperlihatkan bukti dari saksi yang dihadirkan tanpa seizin majelis hakim. Ironisnya lagi, Kuasa hukum Appi – Cicu ini nyaris dikeluarkan dalam ruangan sidang, beruntung kuasa hukum Appi – Cicu ini langsung meminta maaf kepada majelis hakim.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Edi Supryanto, SH.MH degan hakim anggota L Mustafa dan Evita Wulan, terlihat geram dan marah setelah salah satu kuasa hukum Appi – Cicu yakni Syahrir Cakkari telah menyalahi aturan dan prosedur sidang.

“Saya ingatkan yah..anda sebagai kuasa hukum harus profesional, jangan perlihatkan bukti tanpa seizin majelis hakim, kalau sudah di izinkan untuk memperlihatkan pamlet silahkan, kalau anda tidak mau dikendalikan silahkan keluar dari sidang walaupun anda kuasa hukum, ” kata Edi Supryanto kepada Kuasa hukum Appi – Cicu dengan suara keras, Rabu (7/3/18).

Mendengar kemarahan Edi Supryanto, Kuasa hukum Appi – Cicu langsung memohon maaf kepada majelis Hakim.

“Saya minta maaf yang mulia, ” ucap Kuasa hukum Appi – Cicu, Syahrir Cakkari, Rabu (7/3/18).

Kembali kemarahan Hakim Ketua Edi Supryanto dilampiaskan sambil mengingatkan para Kuasa hukum Appi – Cicu.

“Nah iya, jangan ditantang – tantang terus majelis, kami ingatkan yah..anda harus tertib, anda harus profesional dan anda harus smart, ” kata Edi Supryanto.

Selain mendapatkan kemarahan dari Majelis Hakim, Kuasa hukum Appi – Cicu juga kerap mendapatkan teguran dari majelis hakim, lantaran memberikan pertanyaan yang sama atau berulang secara terus menerus kepada saksi, sehingga hal tersebut jadi bahan tertawaan para peserta sidang.

Baca juga :  Dewan Gorontalo Apresiasi Drinking Water DPU Makassar

Diketahui, dalam sidang sengketa Pilwalkota Makassar 2018 yang digelar di PT TUN sulsel, jalan A.P. Pettarani Makassar, pihak penggugat (Appi – Cicu) telah menghadirkan 2 orang saksi, yakni, Junaedi Hasyim selaku Ketua RT dari Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakukang dan Muh. Taufiq selaku guru honorer dari SMP 15 Makassar, untuk memberikan keterangan atas gugatan yang disengketakan yakni, Smartphone RT/RW dan Pengangkatan pegawai tenaga kontrak terbatas.

Dari keterangan kedua orang saksi, Kuasa Hukum KPU Kota Makassar, Marhuma Majid menilai, keterangan kedua orang saksi tersebut tidak sejalan dengan materi pokok perkara yang diajukan oleh Appi – Cicu dan terkesan sifatnya hanya asumsi.

“Menurut kami keterangan kedua saksi itu, tidak berhubungan dengan pokok perkara, dan kesannya bersifat asumsi, jadi tidak ada hubungannya, ” Kata Marhuma Majid, Rabu (7/3/18).(Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top