Hukrim

Tim Aset Kebobolan, Lahan Perkemahan Pramuka Milik Pemkot Makassar Diserobot Oknum

Foto: Lahan Perkemahan Pramuka Pemkot Makassar

MAKASSAR, METROTIMUR.COM  – Komitmen Tim Aset Pemkot Makassar dalam menyelamatkan fasum fasos harus bertepuk sebelah tangan, kembali lahan Perkemahan kegiatan Pramuka yang terletak di Caddika Kelurahan Bulurokeng Kecamatan Biringkanaya diserobot oleh orang yang tak dikenal.

Dari keterangan Kwartir Cabang Kota Makassar yang juga merupakan mantan Sekda Kota Makassar, Ibrahim Saleh, menyampaikan, bahwa penyerobotan lahan Pramuka tersebut dilakukan sekita satu minggu yang lalu.

“Kalau penyerobotannya sekitar satu minggu yang lalu, ” kata Ibe sapaan akrabnya, ahad (7/7/19).

Lahan yang seluas 9,6 Hektar yang diserobot oleh oknum tersebut merupakan asset dari Pemerintah Kota, yang selama ini digunakan sebagai tempat kegiatan Pramuka seluruh anak didik di Sulawesi Selatan. Terkait kepemilikan Pemkot Makassar, Ibe mengatakan, bahwa sekitar tahun 80 an lahan tersebut resmi menjadi Asset Pemkot Makassar sebagai lahan perkemahan setiap kegiatan Pramuka, bukan hanya untuk para Pramuka di Kota Makassar tapi untuk para anak didik yang ada di Sulawesi Selatan.

“Lahan ini milik Pemkot Makassar yang dimanfaatkan oleh kegiatan kepramukaan. Kalau tidak salah tahun 80 an sudah diserahkan dan kita sudah menggunakan, ” ungkap

Dari history lahan tersebut kemudian menjadi milik Pemkot Makassar, Ibe menceritakan, bahwa sebelum digunakan lahan seluas 9,6 hektar ini sebagai lahan kegiatan Pramuka, tanah tersebut milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.  Kemudian pihak Pramuka melakukan tukar guling dengan pemerintah provinsi dengan perumahan yang berada di Daya.

“Kami belum pastikan berapa jumlah hektar yang diserobot tapi yang kelihatan penyerobotan itu hanya menyisihkan lahan di depan gedung Pramuka. Jadi kami ini bingung sejauh mana kita punya kepemilikan, “lanjutnya.

Ibe juga menyayangkan , pasalnya, meskipun memiliki surat tanah dan SK kepemilikan dari Pemerintah Kota Makassar, namun ia terdapat kesalahan dari pihak Pramuka sendiri. Dimana lahan tersebut tidak dipagari dan belum sempat disertifikasi.

Baca juga :  Ini Alasan Nasran Mone Ingin Berpaket Dengan Danny....

“Yang menjadi perosalan juga dari BPN mestinya harus melihat dulu sejarahnya lahan baru bikin transaksi. Dan saya kira BPN ini kuat hukum juga karena tidak pernah di masuki KPK dan hampir semua selesai padahal ini lahan milik negara bukan aparatur sipil negara (ASN),”jelasnya.

Ibrahim Saleh berharap kepada Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini PJ Wali Kota Makassar melakukan intervensi terhadap lahan yang diserobot tersebut.

“Kita Kwarcab tidak punya kekuatan, Kemudian setelah di lakukan pengambilan lahan kembali harus di data ke aset Pemprov dan mudah-mudahan KPK juga mendata lokasi ini,” pungkasnya. (*/ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top