banner-1

Makassar

Tingkatkan Realisasi Retribusi Sampah, Warga Tamamaung Gelar Rembuk Warga.

Rembuk Warga ORW 07 Kel. Tamamaung Kec. Panakukang

Makassar, metrotimur.com – Dalam rangka meningkatkan realisasi target retribusi sampah, Warga 0RW 07 Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakukang gelar rembuk warga, yang laksanakan di kediaman Ketua ORW 07, Drs. Zainal, HS.

Masih minimnya realisasi retribusi sampah di wilayah OR 07 Tamamaung, seluruh RT dan Ketua ORW 07 , rabu malam (27/9), Tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Kelurahan Tamamaung mengundang pihak Kelurahan Tamamaung untuk mencari solusi untuk bagaimana meningkatkan keinginan masyarakat untuk taat retribusi sampah.

Dari keterangan Ketua ORW 07 Tamamaung, Drs. Zaenal mengatakan, ” Kita gelar rembuk warga untuk membahas retribusi sampah, dimana masih banyak warga yang masih belum membayar retribusi sampahnya, banyak sebab yang memang belum dipahami olehnya kita gelar rembuk warga, ” Kata Ketua ORW 07, Drs. Zaenal.

Diantara hambatan minat warga ORW 07 untuk taat retribusi sampah, sebagian warga masih merasa terbebani soal besaran retribusi sampah dan lambannya penjemputan sampah, bahkan masih terkesan di pahami masyarakat, bahwa retribusi sampah itu bukan suatu kewaajiban.

“Masih ada warga yang mengeluhkan besaran retribusi sampahnya, juga ada sebagian warga yang masih memahami bahwa retribusi sampah itu bukan suatu kewajiban, ” Terang Drs. Zaenal.

Dari hasil rembuk warga yang menghasilkan mufakat, Lurah Tamamaung, Drs. Rusdin akan berkordinasi dengan pihak kecamatan, dimana selama ini masyarakat di wajibkan untuk membayar retribusi sampah sebesar 16.000 ribu perbulan, untuk rumah kos 30.000 ribu rupiah, sementara untuk pengusaha atau industri tetap merujuk kepada SKRD nya.

Turut hadir dalam rembuk warga tersebut, Unsur BKM, Muslimin, Penasehat Walikota Bidang RT/RW, Safaruddin Parumpa dan Unsur Pemuda Tamamaung.

Strategi yang akan dilakukan oleh Warga ORW 07 yakni dengan menurunkan besaran retribusi sampahnya dari 16.000 menjadi lebih kecil, khusus rumah kos akan ada pertimbangan untuk di naikkan lagi, pasalnya rumah kos memiliki kubikasi sampah lebih besar karena jumlah penghuninya lebih besar lagi.

Baca juga :  Tak Didampingi Lurahnya, Kelompok Poktarong Bangkala Tetap Solid

“Bulan depan kita akan sosialisasikan soal penurunan besaran retribusi sampahnya, kita akan melihat bagaimana keseriusan warga ketika diturunkan dan bagaimana efek target realisasinya, mengingat jumlah warga penduduk ORW 07 terbilang tinggi namun tergetnya tidak bisa terpenuhi yang disebabkan karena sebagian warga menilai besarannya terlalu tinggi, ” Kata Lurah Tamamaung, Drs. Rusdin, HS.(Ron).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top