banner-1

Pemerintahan

Uang Rakyat Atau Uang Pribadi, Berikut Penjelasan Inspektorat…

Prototype Smart pete - pete

Makassar, metrotimur.com – Kepala Inspektorat, Zainal Ibrahim menjelaskan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Makassar, bahwa tupoksi Inspektorat adalah mengaudit pertanggung jawaban Keuangan SKPD, sabtu (3/6/17).

Mengenai anggara Smart Pete – pete yang ada di APBD 2016 yang di kelola oleh Dinas Perhubungan Makassar, Kepala Inspektorat, Zainal Ibrahim mengatakan, bahwa anggaran tersebut tidak di cairkan dan menjadi silpa.

” penggunaan dana pribadi di perbolehkan atau tidak terkait prototipe Smart Pete – pete, itu sudah di jawab oleh pihak Dishub dan Kabag ULP, bahwa dari pihak ULP mengatakan terjadi gagal lelang, kemudian dari Pihak Dishub juga menjelaskan kalau anggaran kurang lebih 1,3 milliar untuk Smart Pete – pete tidak di cairkan, dan kami sudah melihat neraca keuangan Dishub, olehnya Inspektorat sampai di situ saja “, Kata Zainal Ibrahim kepada Pimpinan RDP, Rahman Pina, kemarin jum’at (2/6/17).

Lanjut, Zainal Ibrahim, ” Karena tidak tau bagaimana modelnya Smart Pete – pete sehingga gagal lelang, maka pak Walikota membuat prototipe, kembali , karena tidak boleh menggunakan anggaran APBD karena sudah terjadi silpa , maka Walikota menggunakan dana pribadi.

” karena gagal lelang, kemudian waktu yang mepet, maka anggaran tersebut menjadi silpa, maka Walikota Makassar berinisiatif membuat Prototipe dengan menggunakan uang pribadinya, dan inspektorat tidak masuk karena itu adalah anggaran pribadi “, Jelas Zainal Ibrahim.

Kemudian lanjut Zainal Ibrahim menjelaskan, ” jika prototipe Smart pete – pete tersebut menggunakan dana pribadi maka kami tidak bisa mengaudit dan itu jenis prototipe dan memang itu murni dana pribadi Walikota Makassar.

Lanjut Zainal Ibrahim, seperti yang di jelaskan dari ULP dan Dishub jika tidak di buatkan prototipe agak susah juga kemudian pihak ketiga mengajukan penawaran, karena tidak jelas model seperti apa yang diinginkan oleh pemkot.

Baca juga :  Ketua PDI-P Makassar : Baru Kali Ini Ada Walikota Yang Mengunjungi Kediaman Saya

Jadi kemudian Walikota Makassar berinisiatif untuk membuat prototipenya dengan menggunakan anggaran pribadi, sehingga dengan prototipe pihak ketiga sudah memahami keinginan Pemkot Makassar.

Zainal Ibrahim menambahkan, Prototipe itu di mungkinkan harus diadakan, karena substansi persoalan gagal lelangnya karena pihak ketiga belum mengetahui modelnya, maka dibuatlah prototipenya kemudian di perlihatkan. Alhasil dari itu seperti yang disampaikan oleh Kabag ULP, Danibal, dengan adanya Prototipe, pihak ketiga sudah mulai masuk.

” harus kita pahami bersama, upaya Pemkot Makassar dalam hal transportasi seperti yang disampaikan Dishub, jika tidak ada strategi percepatan yang dilakukan, maka kita akan jalan di tempat, umur kendaraan kita sudah berusia 10 tahun dan sudah tidak layak jalan lagi dan tidak bisa paksakan, karena kebutuhan masyarakat semakin berkembang, olehnya mari kita bersama – sama membuat strategi untuk bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan transportasi publik “, Kunci Zainal Ibrahim.(Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top