banner-1

Hukrim

Wahab Tahir : Gunakan Atribut RT/RW Ke Rutan Sukamiskin Sama Saja Tidak Menghargai Rakyat

Wahab Tahir Sekretaris Komisi A DPRD Makassar

Makassar, metrotimur.com – Sekretaris Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD kota Makassar , Wahab Tahir menilai dengan menggunakan atribut RT/RW saat mengunjungi Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Rutan Sukamiskin Bandung telah mencoreng nama baik rakyat.

Sekretaris Komisi A DPRD Makassar , Wahab Tahir menyikapi, adanya atribut (Pakaian ) RT/RW sebagai simbol pelayanan rakyat yang digunakan di Rutan Sukamiskin bersama dengan IAS , menurut Wahab Tahir bahwa itu adalah sebuah kekeliruan yang sangat besar.

“Kalau kunjungan mereka itu bentuknya personal itu tidak ada urusan, yang jadi urusan itu, mereka itu menggunakan simbol – simbol pelayanan rakyat ( baju RT/RW) dan sangat tidak boleh ketika tidak ada hubungannya dengan rakyat, apalagi di tempat yang tidak pada tempatnya seperti di Rutan Sukamiskin, itu adalah pelanggaran etika berat, ” Tegas Wahab Tahir , melalui via telpon kepada metrotimur.com, sabtu sore (22/9/17).

Menurut Wahab Tahir karena ini adalah pelanggaran etika berat, maka kami minta pihak instansi terkait untuk segera memanggil pihak RT/RW yang menggunakan simbol pelayanan rakyat ( baju RT/RW) yang datang di Rutan Sukamiskin, untuk segera mengklarifikasi dan mempertanggung jawabkan kelakuannya.

“Apa yang dilakukan dengan atribut RT/RW di Rutan Sukamiskin, itu sama saja tidak menghargai rakyat dan sama saja mencoreng wibawa rakyat ,” Kata Wahab Tahir.

Foto RT/RW gunakan atribut pelayanan rakyat bersama IAS di Rutan Sukamiskin Bandung

Perlu diketahui kenapa dikatakan sebuah pelanggaran berat , Wahab Tahir menjelaskan , Pakaian atau baju RT/RW itu diadakan berdasarkan uang rakyat, sehingga semua aktifitas yang tidak ada hubungannya dengan rakyat tidak boleh digunakan apalagi keluar kota seperti di Rutan Sukamiskin.

“Masa pakai simbol pelayanan rakyat pergi kesatu tempat dimana tempat itu menjadi pertanyaan besar bagi orang lain (Rumah Tahanan), kemudian di posting dan menjadi konsumsi publik, sangat – sangat keliru ” Kata Wahab Tahir.

Baca juga :  Walikota Makassar Raih Open Gov Award dari Singapura

Wahab Tahir menegaskan , “Tidak boleh ada prilaku yang kemudian menimbulkan pemahaman negatif dari orang lain, bayangkan saja simbol pelayanan rakyat kemudian di gunakan ditempat yang bukan pada tempatnya (Rutan), menurut Wahab Tahir, di ibaratkan sama saja Ketua RT/RW menggunakan atribut ke tempat hiburan malam, sekali lagi saya tegaskan itu adalah kesalahan yang fatal , ” tutup Wahab Tahir.

Sekadar diketahui sejumlah Ketua RT/RW beberapa hari yang lalu berkunjung di Rutan Sukamiskin dalam rangka membesuk Ilhan Arief Sirajuddin sambil berfoto dengan menggunakan atribut RT/RW sembari kompak salam X bersama IAS. (Ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top