banner-1

Politik

Warga: 60 Milliar itu Uang Rakyat Bukan Uangnya Appi – Cicu, KPU Jangan Bungkam

Diskusi Terbuka Warga Manggala

Makassar, metrotimur.com – Sikap Ketua dan para Komisioner KPU Makassar yang bungkam sejak putusan panwas Kota Makassar yang tidak ditindak lanjuti dengan memasukkan kembali paslon DIAmi sebagai peserta, mendapat kecaman dan ketidak percayaan dari warga Kecamatan Manggala.

Diskusi terbuka yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari 8 Kelurahan di Kecamatan Manggala, RT/RW, LPM dan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, yang diselenggarakan disalah satu warkop dijalan Poros perumnas Antang, mengangkat tema “KPU Bungkam, 60 milliar Uang Rakyat Dipertanyakan”.

“Sebenarnya Ketua dan para Komisioner KPU Makassar, sangat tidak layak lagi menjadi penyelenggara, mereka itu tidak kami percaya lagi, bungkam dan bikin bingung masyarakat saja, 60 milliar uang rakyat digunakan tidak jelas , ” kata salah seorang tokoh masyarakata Manggala, Arwan, Sabtu malam, 26 mei 2018.

Bagaimana tidak, Ketua dan para Komisioner KPU Makassar, sepertinya tidak independent lagi, setelah mereka (Ketua dan Komisioner) memutuskan secara sepihak jika Pilkada Makassar hanya diikuti calon tunggal, sampai detik ini, KPU juga belum bersikap tegas, bahkan dihembuskan lagi calon tunggal melawan Kolom Kosong tanpa ada sosialisasi.

“Ketua dan Komisioner KPU Makassar, setelah memutuskan sepihak bahwa calon tunggal tanpa mampu memperlihatkan kepada publik hasil plenonya, mereka hanya sibuk mengurus kepentingan paslon Appi – Cicu, tanpa memikirkan lagi hak konstitusional yang tidak menginginkan Appi – Cicu, misalnya pendukung yang menolak Appi – Cicu, sampai hari ini belum mendapat kejelasan statusnya dari KPU Makassar, ” kata Arwan.

Sementara itu Ketua LPM Bangkala, H. Haris Masse mengatakan, seharusnya, KPU sebagai lembaga yang independent yang bergerak dengan menggunakan uang rakyat, maka KPU juga harus terbuka, jujur dan adil kepada yang tidak pro terhadap Appi – Cicu, bukan bungkam dan masa bodoh.

Baca juga :  PDIP : Arus Bawah Masih Inginkan Danny

“Sifatnya wajib bagi KPU untuk memikirkan suara – suara yang tidak menginginkan paslon Appi – Cicu, kebungkaman KPU sangatlan tidak logis. Dimana suara – suara yang menolak Appi – Cicu, sesungguhnya punya hak untuk diperhatikan hak konstitusionalnya, kenapa..?, 60 milliar yang dihibahkan kepada KPU itu gunanya untuk mengawal hak konstitusional rakyat Makassar, bukan 60 milliar itu diperuntukkan untuk hanya untuk Paslon Appi – Cicu saja, ” kata H. Haris. (Sqd05).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top