banner-1

Politik

Warga: Pernyataan Rahman Pina dan Supriansa Cederai Nama Besar JK

Makassar, metrotimur.com – Momentum Idul Fitri dengan silaturahim melalui open house di kediaman pribadi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Jalan Haji Bau Makassar, telah dicederai oleh pernyataan dua orang politisi.

Beredarnya pernyataan anggota DPRD Makassar dari Fraksi Golkar, Rahman Pina dan Wakil Bupati Soppeng, Supriansa media online yang berbeda. Warga pendukung kolom kosong menilai kedua pejabat publik tersebut telah mencederai nama besar Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai putra sulawesi dan bapak bangsa.

Hal itu diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang, Agus Salim. Menurut Agus salim, seharusnya Rahman Pina dan Supriansa membedakan mana momentum silaturahim dan mana momentum politik.

“RP dan Supriansa sepertinya tidak memiliki etika sebagai politisi, open house di kediaman pak JK itu adalah ajang silaturahim bukan ajang komunikasi politik, termasuk ajang deal – deal, apalagi ini menyangkut nama besar Pak JK, ” kata Agus Salim, minggu (17/6/18).

Salam komamdo itu jangan selalu diidentikkan dengan politik, apalagi kata Agus Salim, diantara pak DP dan Appi itu ada Wapres JK, apalah kata warga makassar pendukung kolom kosong dan para relawan DIAmi, jika kesan salam komando yang diinisiasi oleh pak JK adalah sebagai komitmen bahwa pilkada Makassar sudah selesai.

“Yang menengahi salam komando itu kan pak JK, RP dan Supriansa tafsirkan lain, dimana pernyataan Supriansa disalah satu media online mengatakan, kalau salam komando itu merupakan tanda bahwa pilkada Makassar sudah selesai, berarti kalau benar, masyarakat bisa saja menilai pak JK telah melakukan intervensi atau ada campur tangan dipilkada Makassar, “ungkap Agus Salim.

Berikut pernyataan Supriansa disalah satu media online, minggu (17/6/18), terkait salam komando di kediaman JK. Merujuk momen dan foto salam komando antara Danny-Appi di depan Jusuf Kalla, adalah isyarat kuat damai dan tuntasnya Pilwali.

Baca juga :  PAN Serahkan Rekomendasi ke Appi-Cicu, Ketua PAN Makassar Tak Hadir

“Bagi saya, Pilwali Makassar itu bukan 27 Juni minggu depan, Pilwali Makassar sudah tuntas, pemenangnya ya Appi-Cicu dan warga Makassar,” ujar Supri yang September 2018 nanti, akan mundur sebagai Wakil Bupati Soppeng dan menjadi calon anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Kemudian Rahman Pina di media yang berbeda mengatakan, bahwa salam komando tersebut membawa kesan
Menurut Rahman Pina, warga Makassar begitu bahagia melihat momen kedunya bisa berjabat tangan. “Ini tentu akan diikuti oleh seluruh relawan hingga akar rumput,” katanya.

Agus Salim menambahkan, seharusnya RP dan Supriansa lebih mengedepankan nuangsa silaturahim dikediaman pak JK, bukan mempelintir kedalam suasana politik, apalagi acara tersebut acara seorang wakil presiden seperti pak JK. Masyarakat bisa saja menilai pak JK ada campur tangan keberpihakan pada salah satu paslon di Pilkada Makassar, dan ini sama saja mencederai nama besar pak JK, kunci Agus Salim.  (fhr)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top