banner-1

Politik

Warga Tello Baru: Menangkan Kolom Kosong Untuk Menuju Demokrasi Yang Jujur dan Adil

Makassar, metrotimur.com  – Warga Kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakukang menggelar pertemuan menyikapi sikap KPU Makassar yang terkesan bungkam dalam PilKada yang akan digelar dikota Makassar dengan hanya kontestasi calon tunggal

Dalam pertemuan tersebut banyak opini yang berkembang dengan adanya pemilihan yang cuma satu pasangan calon atau hal ini satu pasang calon melawan kolom kosong, meskipun sampai saat ini pihak penyelenggara KPU belum juga menyampaikan secara tegas atau belum melakukan sosialisasi calon tunggal vs Kolom Kosong.

“Kolom kosong terus menggaung, tetapi sikap KPU terus bungkam tanpa ada kejelasan, ” kata Ketua RT 06 RW 07 Kel Tello Baru Kecamatan Panakukang, Hatija, kami malam (30/5/18).

Menurut Hatija, selain KPU bungkam, berkembang issu juga dilancarkan dari pihak yang tidak menginginkan kolom kosong menang. Issu tersebut mengatakan, ketika memilih kolom kosong sama saja dengan status golongan putih (Golput).

“Banyak pengaruh, jika kolom kosong itu sama dengan Golput dan itu dihembuskan oleh pihak yang berseberangan dengan kami pendukung Kolom Kosong, ” terang Hatijah.

Kami sebagai warga, kata Hatija yang paham bahwa issu tersebut tidak benar, kemudian melakukan konsulidasi dengan para tokoh masyarakat, pemuda dan RT/RW untuk turun menjelaskan ke masyarakat, bahwa kolom kosong itu berbeda dengan Golput, dan Kolom Kosong itu adalah wadah bagi masyarakat yang tidak menginginkan paslon Appi – Cicu.

Dalam pertemuan tersebut yang dilaksanan dikediaman ibu Hatija Ketua RT 06 RW 07 Kelurahan Tello Baru membentangkan Spanduk dengan redaksi “Sukseskan Pilkada Kota Makassar, Jangan GolPut Pilih kolom Kosong” dan redaksi tersebut juga menjadi Tagline warga Tello Baru yang akan segera mensosialisasikan kepada masyarakat.

Baca juga :  Kembali Danny Pomanto Mendapat Dukungan Dari Warga Dapil IV

“Sekali lagi dengan solidnya kita semua, kita selamatkan Demokrasi di Makassar dengan tekad kita menangkan Kolom kosong untuk menuju ke Demokrasi yang jujur dan adil, ” tutup Hatija. (Sqd05)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top