banner-1

Makassar

Wow! Dinsos Makassar Kecolongan, Pengelola Tempat Mesum Pasang CCTV

MAKASSAR– Tim terpadu yang dibentuk oleh Dinas Sosial (Dinsos) Makassar yakni Team Saribattang merasa kecolongan. Pasalnya, beberapa wisma menggunakan CCTV di jalan atau lorong yang akan dilalui masuk kedalam wisma tersebut. Anggota Komisi D DPRD Makassar, Munir Mangkana menanggapi keinginan Dinsos tersebut, adanya keinginan pihak Dinsos terkait dengan anggaran, Munir berjanji akan membahasnya dalam rapat Komisi D agar dapat direalisasikan permintaan pihak Dinsos Makassar.

“Kami sangat prihatin setelah turun langsung ke lapangan dalam menindaki aduan masyarakat, begitu banyaknya pekerja seks yang tidak tersorot bahkan terselubung dengan rapi,  setiap wilayah atau tempat yang kita razia, sebelum kita sampai ke target kamera CCTV terpasang di halaman mereka,  sehingga Team Saribbattang selalu kecolongan, gerakan Team razia bisa di deteksi oleh pelaku seks dan pemilik wisma atau Rumah kost, ” ungkap Munir.

Munir menambahkan, “bukan hanya pengadaan gedung saja yang akan kita realisasikan, tetapi pihak terkait kita juga akan panggil, Perijinan, Lurah dan Camat kita juga akan panggil untuk mempertanyakan, di sini tentu ada pembiaran sehingga mereka begitu leluasa melakukan hal seperti itu, dan tentunya Perda sanksi juga kita akan usulkan bagi pengelolah yang menyalahgunakan izin peruntukan bangunannya,kami akan tegas dalam hal ini, ” Tambah Munir.

Usai melakukan razia di beberapa titik yang menjadi sasaran razia untuk WTS, Mukhtar Tahir yang di dampingi oleh anggota DPRD Kota Makassar Munir Mangkana mengatakan, agar DPRD bisa menambahkan anggaran Dinsos.

“Kami berharap dengan melibatkan langsung mitra kami di DPRD kota Makassar khususnya Komisi D yang membidani Dinsos,dengan temuan langsung di kegiatan razia bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk dapat menambahkan anggaran kami untuk pengadaan gedung pembinaan, di mana pada malam hari ini dengan keterbatasan daya tampung tempat pembinaan maka secara otomatis kegiatan kali ini kita cuma bisa membawa 12 orang saja, sementara yang kami jaring malam ini itu lebih dari angka itu,  karena setiap kami mau melakukan razia,  kami harus berkoordinasi dulu dengan pihak Mattirodeceng, apakah ada ruangan yang kosong apa tidak,  sementara adauan masyarakat sangat banyak yang haris kami tindaki, “Ungkap Mukhtar, Sabtu (27/8/16) dini hari.

Baca juga :  Pandam XIV Hasanuddin Apresiasi Kehadiran IWO Sulsel

Penulis: Nugrah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top