Makassar, metrotimur.com – Terkait aduan ketua RT dan RW yang komplain atas pemotongan insentif RT/ RW seperti yang di sampaikan kepada Ketua Komisi C Rahman Pina yang berasal dari dapil Panakukang Manggala, Camat Manggala Ansar Umar membantah adanya pemotongan insentif RT/ RW, Kamis (9/8/17).
Sebelumnya seperti yang diberitakan salah satu media, Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Rahman Pina, berang mendengar banyak laporan dari Ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) yang komplain.
Ketua RT/RW komplain lantaran honor mereka tidak sesuai yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar Rp 1 juta.
“Kenapa bisa, kita sudah komitmen saat pembahasan di Banggar. Intensif ketua RT/RW sebesar Rp 1 juta dan itu ketok palu,” kata RP akronim namanya, Kamis (9/8/17).
Camat Manggala, Ansar Umar menanggapi, ” tidak ada pemotongan insentif RT/RW di wilayah kami, yang ada adalah memberikan insentif sesuai dengan hasil kerja RT/RW yang penilaiannya dari 9 indikator, kemudian diusulkan oleh Lurah ke tingkat Kecamatan.
” kalaupun ada pihak yang memotong tentu perlu dipertanyakan dan diperjelas dari Kelurahan mana yang melakukan pemotongan “, terang Ansar Umar.
Lanjut Ansar Umar, ” adapun dari total 1 juta insentif RT/RW tersebut akan terpenuhi ketika 9 indikator terpenuhi, jadi bagi RT/ RW yang tidak mendapatkan 1 juta, berarti ada indikator yang tidak terpenuhi, hasil penilaian tersebut dari Lurah dan LPM Kelurahan, kemudian di serahkan ke Kecamatan “, Kata Ansar Umar.
Sementara itu Lurah Batua, Jufri Jamado ikut menjelaskan, ” insentif RT/ RW itu tidak diserahkan dalam bentuk tunai tetapi melalui rekening masing – masing Ketua RT dan RW berdasarkan hasil penilaian, Kata Lurah Batua, jufri Jamado.
Jufri Jamado, dikatakan ada pemotongan, selama ini di Kelurahan kami tidak ada yang mengadu atau mengeluhkan, karena para Ketua RT dan RW sudah memahami mekanismenya, tambahnya. (Ron)




Tinggalkan Balasan