Sakral..! DIAmi dan IYl – Cakka Sama Memakai Strategi Empat Penjuru Angin

Posted by

Makassar, metrotimur.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 di Sulawesi selatan semakin seru, usai penetapan Bakal Pasangan Calon menjadi Calon hingga pencabutan dan pengundian nomor urut bagi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel serta Walikota dan Wakil Walikota Makassar terbilang sangat dahsyat.

Bagaimana tidak, kini masing-masing pasangan calon dengan berbagai tagline dalam kampanye pun mulai nampak di Public, hal itu untuk menarik simpati masyarakat Sulawesi selatan, setelah itu, usai pengundian nomor urut, masing-masing Tim pasangan calon kembali memaknai nomor urut dengan Kreatifitas masing-masing.

Ada yang lebih menarik dalam Pilkada 2018 di Sulsel kali ini, sebelumnya, kedua pasangan calon Perseorangan (Independen) tanpa disadari kini menjadi Jodoh pada perhelatan Pemilihan Kepala Daerah 2018 di Sulsel.

Paslon tersebut ialah Moh. Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti Calon Walikota dan dankil Walikota Makassar serta Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel.

Pasalnya kedua Paslon tersebut maju lewat jalur independen sejak awal, lalu Tim Pemenangan Moh. Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) memakai strategi Sula Eppa hal itu di umumkan pada saat pengumuman Tim pemenangan DIAmi.

Kini, datang dari pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar mendapatkan Nomor urut Empat usai pencabutan Nomor urut tersebut, lalu, sebelumnya diberitakan bahwa angka Nomor Empat tersebut adalah 4 Mata Penjuru Angin.

Tak lazim, bagi warga Bugis makassar, Empat Penjuru Mata Angin tersebut jika di artikan dalam Bahasa Bugis Makassar ialah Sula Eppa yang artinya, nilai intelektualitas (acca), nilai keberanian (warani), jujur (lempu) dan kaya (sugi). Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) jika diartikan adalah empat sudut alam adalah timur, barat, utara, dan selatan.

Pasangan calon yang memakai strategi dan Angka Empat Penjuru Mata Angin tersebut, konon, bisa membuat orang berdiri bulu kuduknya, khusus bagi masyarakat Bugis Makassar yang mampu mengartikan langsung Sula Appa’ tersebut.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang mendapat nomor urut Empat sebagai nomor keberuntungan tersebut di Pilkada 2018.

Lewat Ketua Tim Glosarium Punggawa Sulsel (GPS), Alumnus, mengatakan bahwa Semua nomer baik tergantung sipengguna nomer tersebut dalam melakukan improvisasi penaklukan harapan untuk dipilih

“Syarat yang kedua adalah syarat ideologis dimana calon tersebut pernah dan punya pengalaman dalam memaki nomer tersebut dalam perhelatan politiknya seperti Pak Agus pernah pakai nomer 2 bersama pak Syahrul hasilnya beliau terpilih sebagai wagub, Pak Ichsan Yasin Limpo pernah pakai no 4 hasilnya beliau bupati kalau pak NH dan NA Saya kurang tau?, apa beliau pernah pake nomer yang didapatkan sekarang dalam proses perjalanan politiknya,”ucap Alumnus, Selasa, (13/2/18).

Menurutnya, Alumnus dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah Nomor urut juga mampu mempengaruhi.

“Inilah mungkin yang masyarakat sebut nomer keramat atau Sakral, keramat bagi mereka yang tidak pernah berfantasi ria bersama ruh nomer tersebut dalam pembangunan ideologis kesejarahan,”tuturnya

Tak hanya itu, strategi Empat Penjuru Mata Angin tersebut juga di Gunakan oleh pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar Ir.Moh. Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti oleh tim pemenangan DIAmi.

Lewat Sekretaris Tim pemenangan DIAmi, mengatakan bahwa Sulapa Eppa yang kini dipakai sebagai simbol untuk Tim DIAmi yang disebut Markas Perlawanan Rakyat disingkat MENARA DIAmi adalah Kesempurnaan, Kekompakan dan Kebersamaan karena tim ini lahir dari sebuah koalisi yakni Koalisi Rakyat yang kita ketahui bahwa DIAmi maju melalui jalur perseorangan atau independen bukan jalur parpol.

“Banyak peristiwa sebelum DIAmi ditetapkan calon Walikota dan Wakil Walikota, mulai dari berpindahnya beberapa parpol, usaha – usaha pencekalan saat verifikasi faktual dan terakhir dengan membangun opini seolah – olah sang petahana terindikasi korupsi. Simbol Appa Sulapa’ filosopi kehidupan masyarakat Bugis Makassar ini kami gunakan sebagai bagian strategi tim pemenangan Menara DIAmi, ” Jelas Zulkifli Tahir, Sekretaris Panglima pemenangan DIAmi. (Ww/Ron).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *