Makassar, metrotimur.com – Lorong Garden bukan hanya sebatas merias, lorong garden yang dilengkapi dengan informasi call center 112 bagi warga Bontolebang merupakan program yang sangat inovatif, selasa (27/2/18).
Hal tersebut disampaikan oleh Hartini warga ORW 02, saat Danny Pomanto blusukan dilorong wilayah Kelurahan Bontolebang. Hartini (50 ) dengan jujur dan semangat menyampaikan rasa terima kasih sekaligus mengungkapkan kebanggaanya atas program lorong yang dicanangkannya.
“Terima kasih pak.., program lorongta sangat hebat, selama kurang lebih tiga tahun ini kami rasakan dampaknya, sejuk, asri dan mampu menjadi aktivitas saya sebagai ibu rumah tangga yang sudah bercucu, dengan longgar anak cucu saya bisa bermain seperti didalam taman kota, kemudian kami juga merasa aman, ketika ada yang sakit atau anak cucu saya sakit, gampang panggil dokter, tindis nomor 112 di hp, tidak lama datangmi dokter sama mobilnya ( Home care), ” ungkap Hartini kepada Danny Pomanto.
Danny menanggapi ungkapan warga tersebut, “Alhamdulillah kalau begitu ibu.., memang seperti itulah amanah yang harus saya jalankan saat menjabat walikota, sekarang saya lagi cuti, semua yang berasal dari masyarakat yakni pajak dan retribusi, itu saya kembalikan ke masyarakat tapi dalam bentuk program yang bisa dirasakan semua warga bukan kepentingan kelompok, Kata Danny Pomanto.
Saya berharap apa yang kita rasakan sekarang harus lebih baik lagi kedepan, ini baru 1 triliun PAD kita bagaimana kalau 2 triliuan, tapi rasa – rasanya sampai akhir jabatan saya diperiode pertama, PAD kita bisa tembus diangka 2 triliun, indikatornya karena tingkat kesadaran masyarak disektor pajak dan retribusi juga semakin tinggi, kenapa karena dampaknya kembali ke masyarakat dan masyarakat senang, seperti ibu Hartini contonya, kata Danny Pomanto.
Olehnya saya menawarkan program “Instagram DIAmi ” , program ini hampir mirip dengan musrenbang, tetapi ada keistimewaan Instgaram DIAmi, tinggal mengisi kolom instagram DIAmi kolom pertama menyangkut Infrastruktur, kemudian kolom kedua menyangkut Sosial, isi kolomnya sesuai dengan kesepakatan warga dan disaksikan atau diketahui oleh RT/RW.
“Instagram DIAmi ini juga sekaligus menjadi kontrak politik saya dengan masyarakat dengan model tertulis dan dapat dipertanggung jawabkan, saya tidak mau banyak berjanji, saya ingin program yang saya akan canangkan itu hasil dari ide dan masukan warga, tidak mauka saya “piti kana – kanai “, tutup Danny. (Sqd)




Tinggalkan Balasan