MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Makassar Muzakkir Ali Djamil menilai pembatalan Eight Festival atau F8 yang merupakan event internasional yang dilaksanakan setiap tahunnya dan menjadi event kebanggaan Kota Makassar, rencananya batal digelar tahun 2019, merupakan kebijakan yang tidak jelas, jum’at (19/7/19).
Pernyataan Dewan Muda sapaan akrabnya setelah mendapat informasi dari media oleh pernyataan kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar beberapa waktu yang lalu, alasannya untuk menghemat anggaran dan mengalihkan ke belanja yg prioritas yaitu infrastruktur. Terkait pembatalan kegiatan Festival F8, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Makassar Mudzakkir Ali Djamil menyesalkan hal tersebut dan alasan pembatalannya pun dianggap tidak jelas.
“Saya terkejut baca dimedia klo pemerintah Kota Makassar rencananya akan batalkan kegiatan Eight Festival (F8). Alasan pembatalannya pun sangat tidak jelas dan cenderung mengada-ngada. Katanya mau hemat anggaran dan mengalihkan ke belanja infrastruktur, ” kata Muda.
Padahal klo kita buka Belanja infrastruktur tahun 2019 sangat besar skali, ungkap Muda, 300 Milyar lebih. Alokasi kegiatan F8 itu hanya sekitar 4 M, itu tidak seberapa dibanding dampak secara ekonomi dan kepariwisataan bagi kota Makassar.”, tegas Mudzakkir Ali DjamiL
Dewan Muda menerangkan, Eight Festival (F8) sudah menjadi agenda nasional dan negara-negara lain juga selama ini ikut berpartisipasi di event ini. Warga Makassar juga sangat antusias dengan kegiatan F8 ini krn ini pesta rakyat juga, ratusan ribu pengunjung datang menikmati berbagai acara di F8.
“Makanya saya heran saja, kok kegiatan seperti ini mau dihilangkan. Masih banyak anggaran belanja SKPD yang lebih rasional tuk digeser. Nanti dipembahasan anggaran saya akan tunjukkan mana saja anggaran belanja yang tidak rasional dilaksanakan.” Terang Mudzakkir Ali Djamil yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Kota Makassar. (Ron)




Tinggalkan Balasan