Selamatkan Marwah KPK, WP: Presiden Jokowi Harus Melahirkan Pemimpin Yang Bersih

Posted by

JAKARTA, METROTIMUR.COM– Dalam rangka menjaga marwah lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, ribuan yang peduli terhadap nasib masa depan pemberantasan korupsi datangi KPK menyatakan sikap dengan meminta Presiden RI bahwa KPK harus dipimpin orang bersih.

Sebagaimana diketahui, minggu Depan hasil kerja Pansel akan diserahkan kepada Presiden untuk ditetapkan 10 orang calon Pimpinan KPK, sehingga hari ini adalah titik kritis sejak 17 tahun KPK berdiri untuk memenuhi amanah reformasi menuju Indonesia yang bebas korupsi.

Yudi Purnomo ketua Wadah Pegawai KPK mengatakan, ia berharap Presiden sebagai pemegang keputusan tertinggi arahnya pemberantasan korupsi di negeri ini mau mendengarkan suara-suara tokoh-tokoh nasional dan masyarakat.

“KPK hadir untuk menjamin keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana termaktub pada sila ke 2 dan 5 dalam Pancasila, ” kata Yudi, jum’at (30/8/19), di gedung KPK RI.

Menurut Yudi, KPK didirikan untuk memastikan, hak-hak kesejahteraan rakyat tidak di curi oleh kelompok elit yang selama ini merampok dan memiskinkan Indonesia.

“KPK harus menegakkan keadilan setegak-tegaknya di bumi Indonesia. KPK Independen tidak dibentuk untuk mengamankan kelompok tertentu dan mencelakai kelompok lainnya, ” tegas Yudi.

Lanjut Yudi, Pertarungan panjang melawan korupsi di Republik ini bukan tanpa hambatan. Sejarah mencatat bagaimana selama ini KPK telah diserang tidak hanya dari luar, namun juga dari dalam. Upaya perubahan legislasi untuk mengebiri kewenangan KPK, sampai dengan kriminalisasi, penyerangan dan intimidasi terhadap pegawai KPK, ungkapnya.

Termasuk hari ini, saat KPK sedang memasuki babak paling menentukan dalam menjamin keberlangsungan pemberantasan korupsi untuk 4 tahun ke depan.

Diketahui, tepatnya hari ini Jumat, 30 Agustus 2019 pada Pukul 13.30 WIB di lobi gedung KPK, ribuan orang baik yang peduli terhadap nasib masa depan pemberantasan korupsi akan datang ke KPK untuk sekali lagi menyatakan bahwa KPK harus dipimpin orang bersih.

Tokoh-tokoh nasional, akademisi, aktivis antikorupsi, Seniman, gerakan mahasiswa, serikat buruh, mantan pimpinan lama KPK dan rakyat datang untuk menjaga KPK dan asa pemberantasan korupsi, tambahnya. (Ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *