MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Upaya balon Wali Kota Makassar, Munafri Aripuddin (Appi) mengumpulkan RT/RW di Gedung Celebes Convention Center (CCC) jalan Tanjung Metro Makassar tak membuat hati Partai Golkar bergeming untuk mengusungnya di Pilkada Makassar tahun 2020, senin (10/2/2020).
Diketahui sebelumnya, Balon Munafri Aripuddin beberapa waktu yang lalu mengumpulkan RT/RW untuk mendengarkan visi dan misinya dengan pola menyebarkan undangan dengan iming – iming uang transport dan paket umroh. Acara tersebut sempat terjadi kericuhan akibat adanya tamu undangan yang tak mendapatkan uang transport yang dijanjikan oleh panitia pelaksana.
Tidak hanya sampai di situ, pasca acara silaturahim Appi dengan RT/RW di Gedung CCC tersebut, kemudian bergulir lagi persoalan atas dugaan keterlibatan Camat dalam memobilisasi RT/RW. Camat Mamajang, Fadly Wellang, saat ini menunggu hasil penyelidikan dari Pihak Bawaslu.
“Saat ini kita tengah melakukan pendalaman atas dugaan keterlibatan Camat Mamajang dalam memobilisasi RT/RW, intinya kita tindak lanjuti, seperti apa nantinya tentu Bawaslu akan mengacu kepada alat bukti nantinya, ” kata Nursari, Ketua Bawaslu Makassar, jum’at ( 7/2/2020) melalui via telpon.
Kembali kepada putusan Partai Golkar Makassar dan Golkar Sulsel, berdasarkan hasil pleno DPD I Partai Golkar Sulsel, hanya mengusulkan tiga nama ke DPP sebagai calon usungan pada Pemilihan Wali Kota Makassar september 2020 mendatang. Ketiga nama tersebut ialah Syamsu Rizal (Deng Ical), Moh. Ramdhan Pomanto (Danny), dan Irman Yasin Limpo (None)
Hal itu ungkapkan oleh Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid, saat menggelar Rapat Pleno usungan Partai Golkar di 12 Daerah Kabupaten/Kota di Sulsel, yang berlangsung di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jl. Bonto Lempangan Kota Makassar, Minggu (09/02/2020).
“Hanya Deng Ical, Danny Pomanto dan Irman Yasin Limpo yang kami kirim namanya ke DPP untuk diproses lebih lanjut,” kata Kadir Halid.
Kadir Halid mengakatan, pihak DPD I tidak memasukkan nama Munafri Arifuddin (Appi) sebagai calon usungan karena merujuk pada Pilwali Makassar tahun 2018 lalu.
“Nama pak Appi kami tidak masukkan sebagai bakal calon usungan (Golkar), salah satu alasannya karena merujuk pada pemilihan walikota Makassar tahun 2018 lalu, pak Appi kalah melawan Kotak Kosong, dan uji kompetensi, Appi tidak masuk dalam 3 besar, itu pertimbangan kami di Golkar ” tuturnya.
Video:
Appi tak lolos pada uji kompetensi,
Partai Golkar, diketahui Kompetensi adalah suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki oleh seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan atau tugas di bidang tertentu, sesuai dengan jabatan yang disandangnya.
Pendapat lain mengatakan arti kompentesi adalah suatu keterampilan, pengetahuan, sikap dasar, dan nilai yang terdapat dalam diri seseorang yang tercermin dari kemampuan berpikir dan bertindak secara konsisten. Dengan kata lain, kompetensi tidak hanya tentang pengetahuan atau kemampuan seseorang, namun kemauan melakukan apa yang diketahui sehingga menghasilkan manfaat.
Sehingga pengertian kompetensi adalah gabungan antara pengetahuan, keterampilan dan atribut kepribadian seseorang sehingga meningkatkan kinerjanya dan memberikan kontribusi bagi keberhasilan di tempatnya mengabdi atau bekerja. (Ri)




Tinggalkan Balasan