Perjuangan 2018 Belum Tuntas, Kader PPP dan Demokrat Pasang Badan Untuk Danny – Fatma

Posted by

MAKASSAR, METROTIMUR.COM – Kader PPP, Andi Yasin Iskandar dan Kader Demokrat Haeripuddin Hafid lanjutkan perjuangan politiknya yang belum tuntas di tahun 2018, kedua kader partai tersebut juga mendukung penuh upaya Bawaslu Makassar dalam mengusut ASN yang hadir di pendaftaran Balon Kandidat Pilkada Makasar.

“Saya sangat mendukung upaya Bawaslu dalam mengusut ASN yang terlibat politik praktis, termasuk yang hadir di pendafataran Balon di KPU dan yang melike postingan yang sehubungan dengan calon kandidat di media sosial, “ kata Andi Yasin Iskandar yang akrab disapa Acil dan menjabat sebagai wakil ketua PPP Makassar dan Bendahara Pemuda Ka’bah, senin ( 7/9/2020).

Senada dengan itu dan pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Makassar dari Partai Demokrat, Haeripuddin Hafid yang sering disapa Hae, ikut mengapresiasi respon Bawaslu Makassar termasuk konsistensinya dalam pengawasan khususnyadalam wilayah netralitas ASN.

“Saya mengapresiasi komitmen Bawaslu dalam menjaga marwah Demokrasi, khususnya dalam mengontrol netralitas ASN di Pemkot Makassar. Tentu jika Bawaslu sudah mendapatkan bukti permulaan soal adanya temuan ASN hadir di pendaftaran Balon kandidat di Wilayah KPU, kita harus support untuk menindak tegas sesuai peraturan yang berlaku, “ ucap Hae.

Tentu peraturan itu berlaku kepada ASN, tetapi bagi saya sebagai kader Demokrat dan teman saya Acil sebagai kader PPP hadir bahkan mendampingi Paslon Danny – Fatma, saya ingin menyampaikan bahwa itu adalah hak konsititusi kami dalam menentukan pilihan dan sudah diatur dalam perundang – undangan, sambung Hae.

Saat dikomfirmasi, dimana kita ketahui Partai Demokrat dan Partai PPP pada pilkada serentak 2020 ini mengusung Appi – ARB, Hae dengan santai mengatakan, bahwa itu hak partai, tapi bagi saya sebagai kader Demokrat bahwa perjuangan pilkada 2018 kemarin itu belum selesai dan posisi Demokrat saat itu bersebrangan dengan Appi  bahkan sampai Kolom Kosong Demokrat pun terus jadi garda terdepan melawan gerbong Appi dan Gerbong Batu Putih saat itu.

“Perjuangan 2018 belum selesai, maka saya berkomitmen perjuangan memenangkan Danny Pomanto harus saya tuntaskan, soal partai saya serahkan sepenuhnya kepada petinggi partai Demokrat, saya hanya ingin membuktikan, pilihan itu bukan karena desakan tapi karena dorongan hati nurani karena memilih pemimpin itu untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok tertentu, “ kunci Hae.

Sementara itu, Acil sebagai Kader PPP ikut angkat biicara soal PPP kembali mendukung Appi di 2020. Menurut Acil, kalau ada orang yang bilang tidak mau jatuh dilubang yang sama, maka saya mau bilang itulah alasan saya kenapa saya tidak mau ikut dalam situasi atau mau ikut dalm lubang yang salah itu.

“Saya sependapat dengan sahabat saya pak Hae, pilkada 2018 saya ada digaris perjuangan pak DP dan memang betul perjuangan 2018 kemarin itu belum selesai, ibarat pertandingan tinju ini kalau memang fighter maka harus ada yang KO baru berhenti, masa baru ronde pertama sudah angkat bendera putih. Nah saya jaga prinsip itu bahwa nilai perjuangan itu harus diukur dari konsistensi kita sendiri dan masyarakat akan menilai siapa kita sebenarnya, “ ucap Acil. (ri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *