Makassar, metrotimur.com – Melihat komentar salah satu pengamat pemerintahan, Andi Ahmad Yani disalah satu media, Pakar Keuangan Negara, Bastian Lubis menantangkan berbicara soal kondisi yang terjadi saat ini di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Menyusul ditahannya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) Makassar, Erwin Syafruddin Haiya.
“Saya sangkal itu pakar pengamat pemerintahan, Andi Ahmad Yani. Saya lihat salah, kok bicara berlebihan bin lebay, tidak begini, dia tidak ngerti itu, tentang keuangan negara,” pungkasnya, Rabu (31/1/2018).
Seharusnya kata Bastian, Ahmad Yani melihat secara prosedural. Ditahannya Erwin Haija tentu akan melumpuhkan pengelolaan keuangan Pemkot Makassar, BPKA merupakan jantung keuangan.
“Saya melihat secara prosedural, makro operasional, inilah harus hati-hati dalam hal pengelolaan keuangan negara karena BPKAD jantungnya keuangan. Jadi Rp4,1 triliun APBD Makassar harus lewat dia semua. Jadi yang menyatakan kerugian negara harusnya BPK karena dia hitung bukunya, khusus bendahara,” ujarnya.(*)
