Menuju KLA tingkat Utama, DPPPA Makassar Kumpulkan Pokja PUG

0
1117

Makassar, metrotimur.com – Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) kota Makassar menggelar Koordinasi penguatan kelembagaan Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender (Pokja-PUG) bersama perwakilan dari setiap SKPD/OPD di Hotel Celebes, Jalan G. Latimojong Makassar, Rabu (16/5/2018).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang esensi pengarusutamaan gender dalam pembangunan, dengan melakukan evaluasi terhadap capaian program yang terintegrasi dengan isu gender sehingga menghasilkan rekomendasi kebijakan, menyusun profil gender, melakukan pemantauan pelaksanaan PUG dimasing-masing instansi,

“Agenda pengarusutamaan gender saat ini sudah menjadi maenstrem dalam kebijakan pembangunan yang merupakan amanat dari berbagai regulasi tentang kesetaraan dan keadilan gender, dengan mengakomodasi persoalan gender maka perlu dilakukan evaluasi sejauh mana pelaksanaan pengarusutamaan gender.” Ujar Staf Ahli bidang III, Pemkot Makassar, Andi Takdir Alim, saat membuka kegiatan.

Kota Makassar sudah mencapai Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) sebesar 93,96 persen, diatas rata rata nasional yakni 93,06 persen dan rata rata provinsi 92,92 persen, Dari capaian tersebut Kota Makassar juga telah meraih level madya untuk Kota Layak Anak (KLA) dan penghargaan anugerah parahita ekapraya (APE) tingkat madya, untuk itu kita harapkan lebih meningkat ke level yang lebih baik lagi yaitu predikat utama untuk KLA dan level mentor untuk APE. Tambahnya.

Kegiatan ini sangat penting karena berkaitan dengan aktivitas pengurusatamaan gender mulai dari awal hingga agenda kegiatan kedepan, ujar Takdir

Takdir mengharapakan seluruh OPD yang terlibat dapat saling mendukung, tidak mengedepankan ego sektoral, namun menjadi sebuah kesatuan dalam melaksanakan aktivitasnya sebagai team work, sehingga permasalah permasalahan gender yang muncul dimasyarakat dapat ditangani secara bersama sama.

“Pemkot Makassar memberikan Apresiasi yang setinggi tingginya kepada DPPPA, yang telah melakukan quick respon terhadap penanganan kasus ATM yang dilakukan oleh anak dibawah umur.” Tutupnya.

Kadis DPPPA kota Makassar, Andi A Tenri Palallo mengungkapkan, koordinasi penguatan kelembagaan Pokja-PUG yang melibatkan seluruh SKPD, dalam rangka mencapai target KLA predikat Utama dan APE tingkat mentor, sebab proses verifikasinya nantinya melalui setiap SKPD terkait sehingga setiap instansi wajib menguasai materi Pengrasutamaan gender.

Dalam kesempatan ini, Tenri memaparkan sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berhasil ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Makassar sejak 2016 hingga 2018, didepan peserta kegiatan.

Terdapat 96 kasus yang datang langsung ke P2TP2A dan rujukan dari kepolisian serta layanan 112 dan shelter warga.

“Salah satu cara penanganan terhadap anak anak ini ialah program relegius mengaji rong, dengan mengajari baca Quran akan menggugah kesadaran mereka, karena rata rata mereka jauh dari agama,” Ucap mantan Kabag Humas Pemkot Makassar ini. (**)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini