Makassar

​Dewan Perda Tentang PDAM Harus Direvisi

METROTIMUR– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menilai adanya pencairan uang jasa produksi (jaspro) atau bonus keuntungan sebanyak Rp6 miliar dengan memberikan tunjungan tambahan kepada karyawan, level manajer, hingga empat direksi, salah satunya direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Anggota Komisi B bidang Ekonomi dan Pendapatan Daerah DPRD Makassar, Basdir menegaskan, uang itu lebih bagus ke peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kalau ada pendapatan itu di bagi-bagi di karyawan itu harus melalui pertimbangan yang lebih matang terlebih dahulu.
“Saya hanya berharap kepada direksi PDAM untuk tunjukkanlah kepedulian kepada masyarakat, yang masih banyak butuh air bersih,  kurangnya air bersih, kenapa dengan keuntungan itu di peruntukan dengan membangun instalasi di daerah yang memerlukan air. Dari pada hanya di bagi kepentingan direksi yang di gaji yang notabenenya gajinya sudah sangat luar biasa,” ujarnya, Jumat (27/5/16)
Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi B lainnya, Fatma Wahyuddin, dia mengatakan bahwa, Peraturan Daerah (Perda) tentang PDAM tersebut harus di revisi.
“Memang karena itu sudah ada aturannya maka itu harus di revisi, Karena ini uang rakyat sebagai mitra kita akan memperjelas jika rapat monitoring evaluasi triwulan II mendatang,” katanya.
Seperti diketahui, Direktur Keuanganan PDAM Makassar, Kartia Bado, menyatakan uang jaspro Rp6 Miliar itu sebagai bentuk apresiasi dan tunjangan dari perusahaan untuk kesejahteraan. Di priode jajaran direksi lalu, uang jaspro ini dikenal dengan istilah gaji 18.
Menurut Kartia, dari bonus jaspro itu, karyawan level terendah mendapatkan rata Rp5 juta per orang sedangkan untuk level manajer atau kepala bagian Rp15 juta.
Hanya saja, kata dia, menyebut beberapa jatah untuk direksi, dan nominal setoran ke pemkot sebagai PAD Makassar. Menurut data yang dihimpun, direktur bisa mendapat dengan mencapai nominal Rp 500 sampai Rp 600 juta.(dik)
Baca juga :  Kreasi Penyandang Disabilitas Pukau Wali Kota Danny
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top