W3.CSS
Makassar

Danny Sambut Warga NTB di Pantai Losari

Wali kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyambut kunjungan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Amin yang berkunjung ke Makassar bersama seratusan warga NTB yang tergabung ke dalam misi budaya dan pariwisata Direct Promotion Lombok Sumbawa, di Anjungan Pantai Losari, Minggu, (29/05).IMG-20160529-WA0013

Bersama Sekda Makassar, Ibrahim Saleh, Wali Kota Danny menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Gubernur Amin dan rombongan. “Suatu kebanggaan bagi kami menerima kunjungan saudara – saudara kami dari Lombok. Inilah wajah kota kami. Kota Sombere dengan beragam potensi wisata,” ujar Danny.

Pertemuan dengan warga NTB dimanfaatkan Danny untuk memperkenalkan event Makassar Eight Festival yang diagendakan berlangsung pada September mendatang. Ia mengundang warga NTB turut meramaikan event budaya dan pariwisata itu.

“Kami ada F8 di September tahun ini. Festival yang menampilkan fashion, food, flora, fussion jazz, fine art, film, fiction writer, and folk,” beber Danny.

Makassar Eight Festival digadang – gadang akan menjadi panggung kolaborasi bagi pemerintah dan pekerja seni di Makassar bersama seniman dari negara lainnya semisal Australia yang menyatakan akan terlibat dalam perhelatan ini.

Sementara itu, saat berada di Anjungan Losari, Danny berkesempatan menyaksikan parade budaya Direct Promotion Lombok Sumbawa yang menampilkan prosesi adat Sasak Nyongkolan, berupa arakan sepasang pengantin mengelilingi kampung yang membawa pesan jika keduanya telah terikat pernikahan suci dan tak boleh ada siapa pun yang menggangu.

Di parade itu juga ditampilkan prosesi pernikahan adat Bima yang menampilkan sepasang pengantin mengenakan pakaian adat. Parade juga menyuguhkan tradisi Maulid Sumbawa yang ditandai dengan arak – arakan perempuan membawa bakul berisi telur warna – warni.

Di parade ini, warga yang memadati Anjungan Losari dapat menyaksikan arak – arakan perempuan dan laki – laki yang menggunakan pakaian adat Tegon dari sasak, dan baju Poro dari Bima yang mirip baju Bodo di Makassar serta baju adat Ripu yang terbuat dari sarung khas NTB.

Baca juga :  Wali Kota Danny Tantang Pengurus Kogsi

Baju adat Ripu menunjukkan identitas sosial pemakainya, bagi perempuan yang belum menikah sarung dililit menutupi wajah sementara yang telah menikah cukup menutup bagian rambut dengan tetap memperlihatkan wajah.(roy/dik)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

To Top