banner-1

Politik

Rapat RDP Smart Pete – Pete, Fraksi PKS Bela Danny Pomanto

RDP Komisi C DPRD Makassar Bersama Dishub

Makassar, metrotimur.com – Setelah dipolisikan oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, kubu legislator DPRD Makassar, Supratman, sepertinya terkesan terus mencari kesalahan Pete-pete Smart untuk membela diri.

Hal tersebut terlihat dalam rapat dengar pendapat (RDP) terkait program Pete-pete Smart Pemkot Makassar, di kantor DPRD Makassar.
Rudianto Lallo dari Nasdem begitu proaktif mempertanyakan soal Pete-pete Smart.

“Kalau prototipe mobil dibuat pakai dana pribadi, terus dana launchingnya darimana? Kenapa juga dipasang logo pemkot?” tanya Rudianto dalam RDP tersebut, jum’at (2/6/17).

Menanggapi pertanyaan itu, legislator PKS Irwan menilai tak ada yang salah dengan launching dan penggunaan logo, serta penggunaan dana pribadi untuk membuat contoh Pete-pete Smart.

“Launching yang kemarin kan bukan launching mobil tetapi launching program pemerintah, kalaupun memakai nama pemerintah itu tidak boleh dikatakan salah, karena smart pete-pete itu merupakan program moda transportasi untuk masyarakat. Harusnya kita dukung sepenuhnya,” ungkap Irwan.

Irwan mendukung Danny Pomanto yang membuat Pete-pete Smart menggunakan dana pribadi. “Berdasarkan pandangan fraksi PKS, prototype Smart pete – pete jelas menggunakan murni uang pribadi Danny Pomanto dan itu tidak diragukan lagi,” kata Irwan.

Hadir dalam RDP tersebut, Asisten II, Dishub, Inspektorat, ATPM (Agen tunggal pemegang merek), Kepala Inspektorat, Dirlantas Polda yang diwakili oleh AKP Edi, anggota Komisi C DPRD Makassar.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Makassar, Rahman Pina, mempertanyakan ke Inspektorat soal audit anggaran pembuatan prototipe hingga pelaksanaan program pete-pete smart.

Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim pun mengaku tidak berhak mengaudit pembuatan prototipe karena itu murni menggunakan dana pribadi Danny.

“Inspektorat tidak dalam kapasitas untuk melakukan audit, pasalnya berdasarkan neraca keuangan Dishub tentang Smart Pete – pete memang tidak digunakan, kemudian dari penjelasan pihak ULP memang lelang tender juga tidak terlakasana, jadi kapasitas inspektorat sampai di situ saja,” kata Zainal Ibrahim.

Baca juga :  Pelantikan SKPD, Plt Hampir Di Pastikan "Oppo"

Zainal menambahkan, Walikota Makassar menggunakan dana pribadi, lantaran para kontraktor belum mengetahui bagaimana jenis Smart Pete – pete tersebut, maka berinisiatiflah untuk membuat prototipe dengan uang pribadinya Danny.

“Yang jelas jika menggunakan dana pribadi itu tidak dicatatkan sebagai aset negara, sebaliknya jika menggunakan anggaran APBD maka itu harus tercatatkan, tetapi karena ini silpa maka tidak bisa dicatatkan sebagai aset dan prototipe Smart Pete – pete tersebut murni milik pribadi,” jelas Zainal Ibrahim.(ron)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top