Makassar – Pengamat Politik sekaligus Tokoh Kebangsaan, Arqam Azikin, hasil rapat pleno Golkar Makassar yang melahirkan rekomendasi Golkar Makassar 5 ( lima) nama untuk Balon Walikota Makassar tidak melahirkan kejutan bagi publik, selasa (4/7/17).
Setelah Golkar Makassar melalui rapat pleno yang melahirkan 5 ( lima) nama,kemarin, senin (3/7/17) yang di rekomendasikan untuk Balon Walikota, salah seorang Kader Golkar senior yang tak diikutkan namanya, Nasran Mone di penjaringan Golkar Makassar mengundang komentar dari berbagai kalangan, salah satu di antaranya Pengamat Politik, Arqam Azikin.
Tokoh Kebangsaan dan pengamat Politik Arqam Azikin, terkait Viralnya perbincancangan tentang Nasran Mone yang akrab di sapa Ca’mon, yang maju sebagai pendamping Danny Pomanto di Pilwali 2018 mendatang mengungkapkan, bahwa ini menandakan Naran Mone punya basis massa secara personal di Makassar.
Menurut Arqam Azikin, ” Ca’mon sejarah perjalanannya selama tiga priode di DPRD kota tentu menjadi modal utamanya, sehingga pengalaman yang dimiliki telah memahami proses.
” dengan pengalamannya, pemerintahan Kota Makassar, bagi Ca’ Mon sudah sangat memahaminya , Ucap Arqam Azikin.
Kemudian, juga pola relasi sosial kemasyarkatan yang dibangun Cak Mon 20 tahun terakhir cukup berpengaruh, apalagi sebagai mantan aktivis PMII yang memiliki jaringan angkatan di berbagai sektor, Tutur Arqam
Dalam perebutan posisi Calon 02 Pilwalkot 2018, Nasran Mone lah sebagai Kader Golkar yang berpeluang dan memiliki basis yang real, meski nama Nasran Mone tidak masuk dalam penjaringan partai Golkar , ungkap Arqam.
Lanjut Arqam katakan bahwa Proses di parpol lah yang akan memutuskan bisa atau tidak nya Cak Mon masuk paket 02 di DP. Bila ada 2 parpol yang signifikan kursinya mendukung Cak Mon sebagai Calon Wawali, maka proses politiknya akan lebih mudah dan tentunya sangat pas dan tepat DP – NM maju bersama dan Golkar akan lebih berpengaruh untuk bisa menang di Pilwali mendatang, Tegas Arqam.
Terkait nama kader partai Golkar “Nasran Mone” tidak masuk dalam penjaringan partai Golkar, Arqam melanjutkan, bahwa meski Penjaringan nama-nama di Golkar tidak mengagetkan publik juga , karena sudah seperti itulah adanya yang akan keluar.
Arqam Azikin menambahkan, ” nama Ca’ Mon juga tidak mungkin keluar dari proses kemarin itu , karena akan ada yang menghalangi nama Ca’ Mon muncul secara organisatoris “, tambahnya. (Ron)




Tinggalkan Balasan